Menu

Mode Gelap
 

News · 31 Mar 2021 11:06 WITA ·

DISPARITAS INFRASTRUKTUR JALAN DESA MARENTE


 DISPARITAS INFRASTRUKTUR JALAN DESA MARENTE Perbesar

ERANTB.COM— Desa Marente merupakan salah satu pemerintahan dari delapan desa di wilayah kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa yang memiliki luas wilayah 6.980 Ha, berpenduduk 2.968 jiwa, yang terdiri dari 891 Kepala Keluarga. Wilayah pemerintahan desa Marente yang terkecil yaitu terdiri dari 5 dusun, 24 RT dan 12 RW.

Desa Marente memiliki komoditi unggulan seperti kopi, padi, kemiri, sapi, rotan dan lain-lain. Berdasarkan rilis data dari badan pusat statistik kabupaten sumbawa tahun 2018, luas lahan sawah menurut jenis irigasi di kecamatan alas dirinci perdesa Marente berada diurutan kedua terluas setelah desa juran alas. Lalu desa Marente juga memiliki hutan rakyat dan hutan negara terbesar se-kecamatan alas dengan rincian hutan rakyat dengan luas 1.934 Ha dan hutan negara dengan luas 4.406 Ha. Lalu komoditas kopi robusta memiliki luas tanah tanaman 180.00 Ha, dengan produksi tanaman sebesar 101.40 Hektar. Tanaman kopi robusta ini hanya berproduksi di desa Marente tepatnya tiga dusun yaitu Dusun Beru, Dusun Lamede dan Dusun Matemega.

Berdasarkan data dari balai penyuluh pertanian dan perikanan dan kehutanan (BP3K) kecamatan alas Padi termasuk komoditas unggulan tanaman pangan desa Marente dengan luas tanam 258 (Ha), produktivitas 6,26 (Ton) dan produksi 1.615,08 (Ton) pada tahun 2017. Dari sektor peternakan berdasarkan hasil registrasi ternak sapi bali dan kuda tahun 2020 kecamatan alas desa Marente berada diurutan pertama terbesar dengan rincian populasi sapi berjumlah 957 ekor atau 177 penggaduh dan populasi kuda berjumlah 117 ekor atau 41 penggaduh.

Sektor pariwisata desa marete merupakan salah satu tujuan destinasi wesata di kabupaten sumbawa dengan kekuatan panorama alam yang asri dan bersih seperti air terjun agal, air terjun saketok, air terjun sebra, wisata beringin kembar, wisata tiu kele serta potensi wisata lainnya yang terus dikembangkan serta didukung dengan adat dan budaya masyarakat yang sampai era modern ini masih dipertahankan serta diikuti pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terus menggeliat untuk mendukung dan memperkuat destinasi pariwisata.

Keunggulan dan potensi wisata, pertanian, perkebunan, peternakan dan usaha kecil dan menengah yang terdapat di desa Marente berbanding terbalik dengan kualitas pembangunan infstruktur jalan dihampir wilayah dusun Marente. Jalan berbatu dan berlumpur dari dusun beru, dusun lamede dan dusun matemega dengan panjang jalan ± 12 km menjadi Pekerjaan Rumah stakholder.

Perjuangan pemerintah desa dan masyarakat telah dilalui dari Tahapan demi tahapan dalam perencanaan pembangunan mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan desa, musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan hingga musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kabupaten, namun hingga kini belum menjadi atensi serius lembaga eksekutif dan legislatif  kabupaten sumbawa untuk memasukkan ke dalam agenda dan skala prioritas pengambil kebijakan.

Dari sisi ekonomi, infrastruktur jalan memiliki keterkaitan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan serta bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Komoditas unggulan desa seperti kopi, padi, kemiri dan sapi lebih cepat terdistribusi ke konsumen dan bisa menekan biaya tinggi, serta akses wisata lebih mudah.

Dari sisi kesehatan, kualitas dan pelayanan kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan, terlebih Puskesmas Pembantu (Postu) yang berada di dusun matemega sudah tak beroperasi lantaran kondisi fisik sudah rusak yang tentu berdampak terhadap keterjangkuan dan kualitas pelayanan masyarakat. belum lagi diperparah apabila ada warga masyarakat yang dalam kondisi kritis harus segera mendapatkan penangan cepat dan tepat, akan tetapi tidak sedikit nyawa warga harus hilang di tengah perjalan, salah satu faktor utamanya adalah kualitas jalan yang tidak manusiawi.

Dari sisi regulasi, melaui Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011-2031, paragraf ke 2 sistem transportasi darat pasal 9 point c. rencana pengembangan jalan lokal primer meliputi: Jalan yang menghubungkan jalan Marente – jalan Trupa – jalan Matemega pada kecamatan Alas.

Berdasarkan data dan fakta yang ada, kami warga masyarakat desa Marente yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Marente (AMPM) meminta Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa poriode 2021-2026 untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sepanjang ± 12 km.

Penulis : Amiruddin, S.TP

Editor : M.Gazwan

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov NTB  Targetkan 24 Ribu ASN, Dalam Gelar Pekan Literasi Digital Sektor Pemerintahan

24 April 2024 - 02:49 WITA

Pj Gubernur NTB Tutup Gelegar Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center

5 April 2024 - 16:08 WITA

MIM Foundation Berbagi Kebahagiaan dengan 500 Anak Yatim dalam Program Begibung Bersama Yatim, Dihadiri Walikota Mataram

1 April 2024 - 05:59 WITA

MUSDA V KAMMI, Rahmad Terpilih Jadi Ketua Umum PD KAMMI Sumbawa

18 Maret 2024 - 06:28 WITA

Menjelang Ramadhan, MIM Foundation Mendistribusikan 3800 Dus Air Mineral untuk Masjid di Nusa Tenggara Barat yang didukung oleh Bank Dinar

8 Maret 2024 - 10:37 WITA

PD KAMMI BIMA Mendesak Presiden Untuk Bersikap Netral Dalam Pilpres 2024 , Harus Menampilkan Sikap Negarawan

3 Februari 2024 - 21:06 WITA

Trending di News