Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 5 Des 2025 08:30 WITA ·

Dua Daerah Masih Zona Merah, Pemprov NTB Genjot Aksi Turunkan Stunting


 Dua Daerah Masih Zona  Merah, Pemprov NTB Genjot Aksi Turunkan Stunting Perbesar

ERANTB.COM- Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan angka stunting di NTB. Ajakan tersebut disampaikan pada kegiatan konsultasi dan koordinasi teknis penanganan stunting menjelang akhir tahun di Mataram, Rabu (3/12).

Dalam paparannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menyebutkan perkembangan terbaru terkait status stunting di wilayah NTB. Dua kabupaten, yakni Lombok Barat dan Sumbawa, telah berada di zona hijau. Sementara itu, Lombok Timur dan Lombok Utara masih berada pada kategori zona merah sehingga memerlukan intervensi yang lebih intensif.

“Kita tidak boleh menutup-nutupi data. Dengan mengetahui kondisi yang sebenarnya, kita bisa bekerja lebih keras untuk memperbaikinya. Daerah yang sudah hijau jangan sampai turun, yang kuning jangan sampai merah, dan yang merah harus berusaha naik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa upaya penanganan stunting bukan bagian dari agenda politik, melainkan gerakan bersama untuk menyelamatkan generasi masa depan NTB menuju Generasi Emas 2045.

Pada kesempatan itu, Umi Dinda juga mengapresiasi kontribusi sejumlah instansi vertikal, termasuk TNI dan Polri, melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program intervensi gizi 90 hari dengan dukungan Rp15.000 per hari tersebut dinilainya efektif, namun membutuhkan komitmen besar dari keluarga, terutama mereka yang hidup dengan pendapatan setara UMR.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program karena alokasi anggaran pemerintah tidak selalu dapat dipastikan setiap tahun. “Partisipasi masyarakat ini menjadi solusi nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Wagub juga menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor karena intervensi kesehatan saja tidak cukup menekan stunting. Faktor pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, serta lingkungan sosial menentukan keberhasilan program. Intervensi berbasis spasial, kata dia, perlu diperkuat agar sasaran lebih tepat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada BKKBN, Dinas Kesehatan, organisasi perempuan, serta lembaga pendamping yang terus bekerja di lapangan mendampingi keluarga berisiko stunting. Banyak keluarga, ujarnya, masih membutuhkan pendampingan intensif, terutama ibu yang menjadi orang tua tunggal atau menghadapi dinamika keluarga yang tidak ideal.

Umi Dinda juga mengingatkan bahwa meski pemerintah hadir memberikan bantuan, peran utama tetap berada pada keluarga. Ia berharap para ayah lebih hadir dan mendukung ibu serta anak-anaknya dalam pemenuhan gizi dan kesehatan.

Mengakhiri sambutannya, Wagub meminta seluruh pihak tidak cepat puas dengan capaian yang ada. “Kita harus terus mengejar standar yang lebih baik, bukan hanya memenuhi target nasional, tetapi menjadi provinsi yang mampu menunjukkan kemajuan lebih cepat,” tutupnya.

Memasuki Desember, ia mengingatkan waktu evaluasi program tahun berjalan semakin terbatas. Karena itu, seluruh rencana penanganan stunting tahun 2025 harus segera dipastikan kesiapan dan tindak lanjutnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Sumbawa Siapkan Rumah Singgah ODGJ, Wabup: Kesehatan Jiwa Prioritas Kita

9 Desember 2025 - 13:05 WITA

Transformasi Posyandu 6 SPM, Upaya Sumbawa Tingkatkan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Warga

1 November 2025 - 05:17 WITA

Sekda Sumbawa: Pembangunan Kesehatan Butuh Kolaborasi Multi Sektor

19 September 2025 - 06:37 WITA

Ketua TP Posyandu Sumbawa Ajak Wujudkan Pelayanan Publik Efektif, Adaptif, dan Berkelanjutan

11 Agustus 2025 - 22:51 WITA

Pemkab Sumbawa Terima Bantuan Hibah Jepang untuk Pendidikan PAUD dan Posyandu

20 Juni 2025 - 22:36 WITA

Bupati Dompu Ajak Warga Peduli Kebersihan Lingkungan di Momen Idul Adha

8 Juni 2025 - 16:25 WITA

Trending di Kesehatan