Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 11 Jan 2025 16:12 WITA ·

LAWAN NTB Kritik Kinerja BNN Pada Kasus Narkoba di Dompu dan Bima, Ini Penjelasan Kepala BNNK Bima


 LAWAN NTB Kritik Kinerja BNN Pada Kasus Narkoba di Dompu dan Bima, Ini Penjelasan Kepala BNNK Bima Perbesar

 

ERANTB.COM-Mataram-Organisasi Lingkar Wartawan dan Aktivis Nusa Tenggara Barat (LAWAN NTB) menggelar audiensi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB di kantor BNNP, jumat (10/01/2025). Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah NTB, khususnya di Kabupaten Bima dan Dompu.

Ketua LAWAN NTB, Feryal Mukmin, menilai BNNP NTB terkesan pasif dalam menangani isu peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan. Apalagi BNN dianggap bungkam ketika isu narkoba merajalela.

Ia juga menyoroti lemahnya langkah preventif dan penegakan hukum yang dilakukan oleh BNNP, terutama di wilayah Bima-Dompu yang disebut sebagai salah satu titik rawan penyebaran narkoba yang saat ini kini kian masif.

“BNN seharusnya menjalankan tugasnya. Masalah Narkotika di Wilayah Bima Dompu sudah sangat parah. Ini jelas merusak generasi bangsa. Isu bandar itu harus diklarifikasi dan diperjelas oleh BNN. Kalo terbukti, segera jalankan tugas BNN dengan benar” kata Feryal dalam audiensi tersebut.

Feryal menyoroti kinerja otoritas dinilainya masih Tebang Pilih. Menurut Feryal, selama ini langkah yang diambil cenderung hanya menyasar pengguna dan pengedar kecil, sementara jalur distribusi utama masih bebas beroperasi di berbagai titik di wilayah Bima dan Dompu, termasuk area perkotaan.

“Fokus pemberantasan jangan hanya di level bawah. Perlu tindakan tegas terhadap jalur masuk dan bandar besar yang menjadi sumber utama masalah,” tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Seksi Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB, Anang Thoha Muslihudin, mengakui adanya sejumlah kendala dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah NTB termasuk kekurangan personil dan tidak adanya seksi penindakan di BNNK.

Ia menyebutkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi BNNP NTB adalah terbatasnya anggaran operasional, jarak dan personil, yang berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan tugas di lapangan.

“Walaupun masih banyak kekurangan di BNNP dan BNNK, alhamdulillah kami mampu mencapai lebih dari target yang diberikan oleh pusat, dari 6 target kasus, kami bisa menangani 18 kasus dengan 35 tersangka,” ujar Anang dalam audiensi tersebut.

Disaat yang sama, Kepala BNNK Bima Fery Priyanto menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini telah melakukan tugas nya dengan baik dalam melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, dari sosialisasi, edukasi, masuk ke sekolah-sekolah, bahkan melalukan segala inovasi yang dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Generasi kita ini harus diselamatkan, kami terus berkomitmen menjalankan tugas dengan baik,” Katanya.

Walaupun, ia mengaku bahwa masih terkendala anggaran dan personil yang masih minim di BNNK Bima, tetapi itu menjadi tantangan untuk terus melakukan yang terbaik.

fery juga mengaku, bahwa bahwa isu akun BadaiNTB atau Uswatun Hasanah yang disebar di media sosial menjadi perhatian BNNK. Bahkan Fery telah mencoba menghubungi BadaiNTB untuk mengklarifikasi terkait isu beberapa klaster tersebut, namun BadaiNTB belum bisa ditemui.

BNNP berharap sinergitas dari semua pihak untuk membantu BNN dalam menangani peredaran gelap narkoba yang saat ini terjadi khususnya di NTB.

Pada tahun 2025 ini, BNN juga mempunyai sejumlah inovasi yang akan diterapkan untuk mencegah terjadinya peredaran gelap narkoba di NTB.

Artikel ini telah dibaca 146 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Campak Melonjak, Kabupaten Bima Tetapkan Status KLB

12 Februari 2026 - 23:29 WITA

Pemkab Sumbawa Siapkan Rumah Singgah ODGJ, Wabup: Kesehatan Jiwa Prioritas Kita

9 Desember 2025 - 13:05 WITA

Dua Daerah Masih Zona Merah, Pemprov NTB Genjot Aksi Turunkan Stunting

5 Desember 2025 - 08:30 WITA

Transformasi Posyandu 6 SPM, Upaya Sumbawa Tingkatkan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Warga

1 November 2025 - 05:17 WITA

Sekda Sumbawa: Pembangunan Kesehatan Butuh Kolaborasi Multi Sektor

19 September 2025 - 06:37 WITA

Ketua TP Posyandu Sumbawa Ajak Wujudkan Pelayanan Publik Efektif, Adaptif, dan Berkelanjutan

11 Agustus 2025 - 22:51 WITA

Trending di Kesehatan