Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Mei 2020 05:39 WITA ·

Petani Jagung menjerit ditengah Covid


 Petani Jagung menjerit ditengah Covid Perbesar

Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan Kunjungan langsung proses panen raya Jagung

ERANTB.COM SUMBAWA— Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan menyempatkan diri melakukan kunjungan ke salah satu sentra jagung di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Desa Lamenta, Kecamatan Empang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada hari Jum’at tanggal 15/05/20, kunjungan ini dalam rangka melihat secara langsung proses panen raya yang dilakukan para petani jagung di tengah masa pandemi sekarang ini. Johan memanfaatkan kesempatan ini untuk berkomunikasi langsung dengan petani dan mendengarkan keluhan dan kesulitan petani jagung untuk merasakan jeritan petani pada masa pandemi ini.

Dari kunjungan tersebut, ada beberapa catatan kondisi yang mesti menjadi perhatian pemerintah saat ini, yakni bahwa pada masa panen tahun ini, produktivitas jagung menurun sekitar 40-50 persen dibandingkan tahun lalu karena disebabkan oleh hama ulat, demikian pula harga turun sangat drastis, kalau tahun kemarin saat panen seperti ini, harga di lahan  atau harga di petani bisa mencapai  Rp 3.500 per kilogram tapi hari ini Cuma dihargai Rp 2.400 per kilogram dengan harga di Gudang sebesar Rp 3000 sampai Rp 3.100 per kilogram, papar Johan.

Atas kondisi tersebut, Legislator dari Pulau Sumbawa ini meminta pemerintah segera hadir karena sampai hari ini nampaknya stimulus yang digulirkan pemerintah belum menjangkau para petani jagung khususnya dan semua petani secara umum. Jeritan dan kesusahan petani ini harus segera direspon oleh pemerintah karena penurunan produksi jagung pasti akan berdampak pada berkurangnya stock bahan pangan pokok bagi masyarakat dan pemerintah mesti segera menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak untuk melindungi petani jagung dari banyak kerugian, pinta Johan.

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini menyampaikan bahwa dalam dialog singkatnya dengan beberapa petani jagung tadi, kalau tidak ada perubahan harga menuju harga yang membahagiakan petani, bisa dipastikan para petani yang menanam jagungnya dengan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini tidak akan bisa membayar kredit KUR nya. Hal ini akan berakibat kredit macet dan semakin menurunkan kemampuan daya beli petani pada masa pandemic ini, urai Johan.

Anggota DPR dari dapil NTB 1 ini menyatakan bahwa potensi Provinsi NTB sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional, terutama Kabupaten Sumbawa yang memiliki luas panen jagung kurang lebih sebesar 326 ribu hectare dengan rata-rata produktivitas sebesar 6,6 ton per hektar, harus selalu menjadi perhatian pemerintah dalam mengembangkan komoditas jagung baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk kegiatan ekspor. Di tengah pandemic saat ini, kepentingan petani harus lebih diutamakan dengan berbagai program dan stimulus agar kesejahteraan petani lebih meningkat, tutup Johan.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mendes Yandri: Jika Kopdes Sudah Kuat, Ekspansi Alfamart–Indomaret Harus Disetop

22 Februari 2026 - 07:40 WITA

Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka, Komitmen Bersih-Bersih Internal Polri

16 Februari 2026 - 19:48 WITA

Menteri Kelautan dan Perikanan Dukung Pembangunan Kampung Nelayan di Kabupaten Bima

10 Februari 2026 - 22:47 WITA

Nanang Nasiruddin Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan dalam Bimtek DPRD

7 Februari 2026 - 16:26 WITA

Mori Hanafi Apresiasi Perjuangan Tim SAR dalam Misi Kemanusiaan di Maros

19 Januari 2026 - 08:26 WITA

Mori Hanafi Apresiasi Tarif Tol Bandara Soetta Golongan I Tetap Berlaku

5 Januari 2026 - 19:58 WITA

Trending di Nasional