ERANTB.COM– Sumbawa Besar – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., melaksanakan panen raya jagung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Senin pagi (21/4/2025). Kegiatan panen raya ini dilakukan di atas lahan seluas 32 hektar, dan turut dihadiri Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, Danrem 162/Wira Bhakti, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan optimismenya bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar menjadi pusat hilirisasi hasil pertanian, khususnya komoditas jagung di NTB.
“Jika kita berhasil melakukan hilirisasi, nilai tambah produk pertanian bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat. Ini peluang besar untuk kesejahteraan petani,” ujar Mentan Andi Amran.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mendorong lompatan besar sektor pertanian NTB. “Saya optimis NTB mampu melakukannya, apalagi di bawah kepemimpinan gubernur dan bupati yang solid. Kalau bersatu, pasti bisa,” tegasnya.
Berdasarkan data tahun 2024, Kabupaten Sumbawa memiliki lahan jagung seluas 98.535 hektar, dengan total produksi mencapai 715.641 ton. Untuk mendukung peningkatan produktivitas, Mentan juga menggarisbawahi program pompanisasi sebagai solusi efisien dalam menambah intensitas tanam.
“Target kami 2.000 unit pompa dalam dua tahun, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 80 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Pertanian yang menjadi semangat baru bagi para petani dan jajaran pemerintah daerah.
“Momentum ini menjadi bukti nyata kesiapan Sumbawa sebagai lumbung pangan nasional. Kami terus dorong modernisasi dan pemberdayaan petani demi terwujudnya pertanian yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Bupati Jarot.

























