Menu

Mode Gelap

Desaku · 1 Mei 2025 13:22 WITA ·

Sumbawa Luncurkan Program Agroforestri Kopi, Bupati H. Jarot: Saatnya Kopi Sumbawa Naik Kelas


 Sumbawa Luncurkan Program Agroforestri Kopi, Bupati H. Jarot: Saatnya Kopi  Sumbawa Naik Kelas Perbesar

ERANTB.COM- Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) resmi meluncurkan Program Pengembangan Agroforestri Kopi di Desa Lawin dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang. Peluncuran yang digelar di La Grande Ballroom itu menandai langkah serius Sumbawa dalam mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan berbasis keberlanjutan.

Program ini menjadikan Sumbawa sebagai daerah ketiga di Indonesia yang menerapkan pendekatan agroforestri untuk budidaya kopi, setelah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Agroforestri sendiri adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan tanaman dengan pelestarian lingkungan, sehingga dinilai lebih ramah terhadap ekosistem jangka panjang.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari visi besar “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera”. Ia menyebut kopi Sumbawa telah menyumbang rata-rata 42,27 persen produksi kopi di NTB dalam lima tahun terakhir, bahkan mencapai puncak 52,41 persen pada 2021.

“Ini bukan hanya soal bertani, ini tentang membangun masa depan. Petaninya unggul, UMKM-nya tumbuh, dan masyarakatnya sejahtera,” tegas Bupati Jarot Kepada media Selasa, (29/04/25).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut, serta meminta dinas terkait segera menyusun perencanaan untuk mempercepat implementasinya.

Sementara itu, CSR Manager PT. KPP, Daniel Angga Sembara, mengungkapkan bahwa program ini mencakup pelatihan teknis, pendampingan, serta fasilitasi akses terhadap sumber daya bagi petani. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

“Keberhasilan program ini bukan hanya soal panen yang melimpah, tapi bagaimana kita menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi ekosistem dan ekonomi lokal,” ujar Daniel.

Program Agroforestri Kopi ini diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain di Indonesia dalam rangka mendukung hilirisasi komoditas dan pembangunan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur NTB Minta Pendamping Desa Bersatu Atasi Kemiskinan Ekstrem di Lombok Tengah

4 Maret 2026 - 04:48 WITA

Kepala Desa Lelong Edi Sanjaya, S.Pt Gelar Safari Ramadan ke Setiap Dusun

22 Februari 2026 - 08:36 WITA

Ketua DPRD Sumbawa Serap Aspirasi Warga di Desa Lito pada Reses Hari Kedua

11 Februari 2026 - 20:54 WITA

Warga, Mahasiswa, dan Pemuda Tolouwi Gelar Aksi Tuntut Transparansi Dana Desa

11 Februari 2026 - 18:34 WITA

Polsek Kempo Gelar Safari Jumat, Kapolsek Ajak Masyarakat Ciptakan Lingkungan Kondusif

30 Januari 2026 - 21:17 WITA

Pasi Ter Kodim 1614/Dompu Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Kecamatan Kempo

22 Januari 2026 - 20:43 WITA

Trending di Desaku