ERANTB.COM-Sumbawa – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri Festival Adipura yang dirangkaikan dengan Launching Program Inovasi Persampahan Kabupaten Sumbawa 2025. Kegiatan berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Jumat malam, diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, OPD, camat, kepala desa, komunitas pemuda, dan sekolah Adipura.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan apresiasi kepada Lingkara, lembaga peduli budaya, sosial, dan ekologi yang menjadi mitra utama penyelenggara. Ia menilai penampilan generasi muda Sumbawa dalam menampilkan atraksi dan inovasi pengelolaan sampah sebagai bukti tumbuhnya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Serius
Bupati menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi salah satu tantangan besar daerah, menyusul meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.
“Sebagian besar TPS kita sudah penuh seratus persen. Tidak ada pemilahan, tidak ada pengolahan yang memadai. Karena itu, langkah yang kita tempuh malam ini melalui Festival Adipura dan program inovasi persampahan menjadi sangat strategis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan target nasional tahun 2025, yakni pengurangan 30 persen sampah dan penanganan 70 persen sampah melalui sistem pengolahan yang baik.
Enam Program Inovasi Persampahan Diresmikan
Pada acara tersebut, Pemkab Sumbawa meluncurkan enam program strategis persampahan, yaitu:
1. Satgas Gakum Persampahan — bekerja sama dengan Satpol PP dalam penegakan hukum persampahan berbasis reward and punishment.
2. BUSER (Buis Komposter) — inovasi pemanfaatan sampah organik menjadi kompos di tingkat rumah tangga.
3. Program 100 Bak Sampah — fasilitas tempat sampah terpilah (organik, anorganik, logam/kaca) di desa dan kecamatan.
4. Gerakan Pak SOMAT — integrasi pemilahan sampah rumah tangga dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
5. Pengiriman Perdana Bank Sampah HIDUP-HIDUP — penguatan ekonomi sirkular melalui sampah bernilai ekonomis.
6. Program Sedekah Sampah untuk 10 Sekolah — penyediaan bak sampah organik untuk edukasi lingkungan sejak dini.
Dorong Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari
Bupati Jarot menyampaikan komitmennya memperkuat program Sumbawa Hijau Lestari yang akan disempurnakan menjadi Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari. Ia mendorong penghijauan dengan tanaman bernilai ekonomi seperti kopi, kemiri, dan sengon untuk menjamin keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa aturan terkait penegakan hukum lingkungan harus realistis dan tidak membebani masyarakat.
Ajak Masyarakat Mulai dari Rumah
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan persampahan, terutama melalui pemilahan sampah dari rumah, pengurangan bahan sekali pakai, dan dukungan terhadap industri daur ulang.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Festival Adipura harus menjadi momentum kebangkitan gerakan lingkungan di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.
Festival Adipura 2025 ini menjadi puncak rangkaian edukasi lingkungan yang diharapkan dapat melahirkan gerakan berkelanjutan menuju Sumbawa yang lebih bersih, hijau, dan lestari.
























