Erantb.com – Lombok Timur – Komunitas Social Caring Community (SCC) bersama Muda Beraksi, dengan dukungan Sewa iPhone Kepanjen, menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Keramat, Desa Sugian, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (28/12). Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai komunitas lokal dan mitra kolaborator sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan penanaman mangrove ini difokuskan pada upaya pemulihan ekosistem pesisir serta mitigasi dampak perubahan iklim. Sebelum pelaksanaan di lapangan, para volunteer telah mengikuti pembekalan melalui webinar yang membahas peran strategis mangrove sebagai penyimpan karbon dan pelindung kawasan pantai.
Salah satu panitia kegiatan, M. Rizky Pradana, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan aksi nyata dan edukasi lingkungan.
“Penanaman mangrove ini bukan sekadar menanam bibit, tetapi juga menanam kesadaran bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujarnya.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan edukasi lapangan terkait teknik penanaman mangrove yang benar. Selanjutnya, peserta bersama fasilitator lapangan yang dipandu Ketua Pokdarwis Desa Sugian melakukan penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove di titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei lokasi.
Rizky menambahkan, tingginya partisipasi relawan menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Antusiasme volunteer menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pelestarian pesisir terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda,” katanya.
Ketua Pokdarwis Desa Sugian menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi pesisir Pantai Keramat yang membutuhkan rehabilitasi berkelanjutan. Ia menyebut mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas garis pantai dan ekosistem laut.
“Penanaman mangrove ini sangat membantu dalam menahan abrasi serta menjaga keseimbangan lingkungan pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sugian mengapresiasi kolaborasi antara SCC, Muda Beraksi, dan para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas pihak menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan pesisir desa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sugian,” pungkasnya.

























