Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 9 Jun 2025 14:27 WITA ·

Sinergi NTB dan Pusat: Ubah Wajah Permukiman, Dorong Ekonomi Warga


 Sinergi NTB dan Pusat: Ubah Wajah Permukiman, Dorong Ekonomi Warga Perbesar

ERANTB.COM- Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mendorong transformasi sosial melalui program perumahan berbasis pendekatan lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang digelar di Ruang Rapat NTB Syariah, Minggu (8/6/2025).

Gubernur NTB, Muhammad Lalu Iqbal menekankan bahwa pembangunan rumah tidak boleh lagi hanya dipahami sebagai renovasi fisik, tetapi harus berdampak nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak mau lagi hanya memperbaiki rumah. Kita ingin ada transformasi sosial. Rumah yang dibangun harus mendorong kemandirian dan produktivitas penghuninya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya membangun kawasan permukiman berbasis komunitas. Menurutnya, rumah layak harus disertai dengan ruang sosial bersama, sanitasi yang memadai, dan fasilitas umum yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Kalau rumahnya bagus tapi lingkungannya tetap kumuh, itu bukan solusi. Kita ingin masyarakat bisa berdiri di atas kakinya sendiri dalam satu tahun,” tegasnya.

Selain aspek fisik, Miq Iqbal juga menyoroti pentingnya legalitas dan pemetaan potensi ekonomi warga. Sertifikasi rumah dinilai penting agar bisa menjadi jaminan untuk akses modal usaha.

Senada dengan Gubernur, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dr. Fahri Hamzah menyatakan bahwa perumahan merupakan kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, rumah adalah aset yang bisa membuka akses ekonomi bagi warga miskin.

“Rumah itu bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga sumber jaminan untuk usaha. Dengan sertifikat, warga bisa mengakses perbankan, bahkan tanpa agunan lewat skema KUR,” jelas Fahri.

Wamen PKP juga mendorong intervensi pemerintah agar tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek legal dan pemberdayaan ekonomi. Ia mencontohkan bahwa rumah yang layak bisa digunakan untuk berbagai usaha seperti warung kopi, salon, atau industri rumahan.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari strategi terpadu Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem, khususnya melalui program perumahan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Refleksi 67 Tahun NTB, KAMMI Dorong Arah Pembangunan Berpihak pada Rakyat

28 Desember 2025 - 10:16 WITA

Operasi Pasar Murah Digelar, Wabup Sumbawa Pastikan Harga Sembako Terjangkau

30 Oktober 2025 - 21:11 WITA

Bupati Jarot: Bantuan Ini Bukan Sekadar Gerobak, Tapi Jalan Menuju Hidup Lebih Baik

24 Oktober 2025 - 23:21 WITA

Kadis Perindustrian Nuryanti: Industri Halal Berbasis Agromaritim Jadi Peluang Besar di NTB

21 Oktober 2025 - 11:21 WITA

Pemprov NTB Siapkan Strategi Maksimalkan Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2025

19 September 2025 - 06:47 WITA

MotoGP Mandalika Jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi, Prajaniti NTB Ingatkan Pentingnya Kondusifitas

8 September 2025 - 14:33 WITA

Trending di Ekonomi