Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Sep 2022 10:34 WITA ·

Soal Kenaikan BBM, Johan Nilai Pemerintah ‘Mati Rasa” atas Penderitaan Rakyat


 Soal Kenaikan BBM, Johan Nilai Pemerintah ‘Mati Rasa” atas Penderitaan Rakyat Perbesar

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan menyesalkan keputusan pemeirntah yang telah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi per 3 September 2022 dengan kenaikan tarif yang drastis, menurut Johan keputusan ini sebagai bukti pemerintah tidak mendengar jeritan rakyat kecil serta telah bersikap acuh atau cuek terhadap derita jutaan nelayan yang terancam tidak bisa melaut.

“Kita menolak dan protes terhadap keputusan ini karena pemerintah telah “mati rasa” terhadap kesusahan hidup keluarga Indonesia dan keputusan kenaikan BBM ini sangat tidak berpihak pada kepentingan petani dan pelaku UMKM serta seluruh komponen masyarakat wajib Bersatu untuk menolak keputusan ini”, tegas Johan.

Politisi PKS ini mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan akan semakin meningkat akibat pendapatan riil yang semakin berkurang. “coba bayangkan, semua kapal nelayan yang menggunakan mesin 100% bergantung pada BBM, sama bergantungnya para petani, Tukang ojek juga para pedagang kecil. Pemerintah mesti sadar bahwa pengeluaran untuk BBM itu pasti, tapi hasil melaut bagi nelayan dan hasil panen bagi petani itu belum tentu mereka dapatkan, maka menarik subsidi BBM otomatis meningkatkan biaya produksi petani dan nelayan kita”, urai Johan.

Selanjutnya Johan menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM akan memukul sektor Pertanian terutama jasa Pertanian, perikanan dan hasil hutan. “bagi saya keputusan pemerintah soal BBM ini sebagai keputusan yang zhalim karena kenaikan harga BBM pasti berdampak pada menurunnya produksi industry di seluruh sektor, pasti terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja dan turunnya tingkat upah, maka segala upaya perencanaan program dengan anggaran besar untuk meningkatkan lapangan kerja menjadi hangus dan sia-sia akibat keputusan zalim ini”, tandas Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB 1 ini juga berpandangan bahwa kenaikan BBM akan berdampak turunnya pendapatan riil setiap rumah tangga di Indonesia serta akan terjadi penurunan konsumsi masyarakat secara keseluruhan.

“kenaikan BBM ini berdampak luas dan sistemik karena berpengaruh signifikan pada kondisi dapur setiap rumah tangga serta memiliki efek buruk jangka pendek dan jangka Panjang karena berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi, Kesehatan, politik, penurunan gizi masyarakat, berpotensi peningkatan stunting dan prevalensi anemia serta memperburuk ketahanan pangan nasional” ucap Johan.

Legialator Senayan yang berasal dari Pulau Sumbawa ini sangat prihatin dengan inflasi saat ini yang semakin memukul daya beli masyarakat semakin turun. “saya sesalkan cara pandang pemerintah menaikkan harga BBM dengan kompensasi bansos, yang hal ini pasti tidak akan memperbaiki daya beli rumah tangga  yang terus turun karena pendapatan yang jauh lebih kecil dibanding tingkat inflasi yang terus meroket.

Saya tegaskan bahwa kompensasi tersebut tidak ada gunanya dibanding dampak buruk dari kenaikan BBM, apalagi selama ini ternyata di lapangan banyak bansos atau BLT yang ternyata tidak tepat  sasaran dan salah Kelola berdasarkan laporan dan fakta dari masyarakat, karena itu mari Bersatu menolak kebijakan kenaikan harga BBM ini” demikian tutup Johan Rosihan.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembentukan Universitas Republik Indonesia, Visi Besar atau Prioritas yang Keliru?

31 Juli 2026 - 02:25 WITA

NTB Tuan Rumah Forum Pemuda ASEAN 2026, Langkah Strategis Menuju Ikon Pariwisata Mendunia

27 Juli 2026 - 12:33 WITA

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Awasi Pajak, Solusi atau Masalah Baru?

27 Juli 2026 - 02:32 WITA

Viral Fenomena “Lapor Pak Kami Sudah Pindah ke Negara Lain”, Pemerintah Resmi Lansung Naikkan Biaya Lepas Status WNI Jadi Rp5 Juta

24 Juli 2026 - 20:24 WITA

Wacana Zakat Jadi Pengurang Pajak Menguat, Baznas Yakin Pajak Negara Tetap Aman

19 Juli 2026 - 03:47 WITA

Desa Meninting Wakili NTB dalam Lomba 3 Pila, Bentuk Soliditas Aparat Desa dan Kerja Nyata Kamtibmas

17 Juli 2026 - 20:54 WITA

Trending di Desaku