Bima, ERANTB.COM – Ratusan masyarakat bersama mahasiswa dan pemuda Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, menggelar aksi demonstrasi menuntut keterbukaan pengelolaan dana desa oleh pemerintah desa setempat.
Aksi tersebut dipicu oleh ketidakjelasan informasi penggunaan dana desa selama hampir tiga tahun terakhir. Massa menilai pemerintah desa belum memberikan penjelasan rinci terkait program dan realisasi anggaran kepada masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Saiful, dalam orasinya menyampaikan bahwa warga menuntut transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana desa. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan desa.
Selain menyoroti pemerintah desa, massa juga mengkritisi peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tolouwi yang dinilai belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa. Para demonstran meminta BPD lebih aktif memastikan pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Tolouwi, Ahmad, S.H., menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Namun sebagian peserta aksi menilai penjelasan yang disampaikan masih belum menjawab seluruh tuntutan secara rinci.
Massa menyatakan akan membawa persoalan ini ke Inspektorat maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila keterbukaan informasi tidak segera diwujudkan.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga selesai.
























