Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 2 Nov 2024 09:04 WITA ·

Terpilih Jadi Prototipe Eco-School TASTURA, SMAN 1 Praya Timur Bergerak Cepat Bentuk Pengurus


 Terpilih Jadi Prototipe Eco-School TASTURA, SMAN 1 Praya Timur Bergerak Cepat Bentuk Pengurus Perbesar

 

ERANTB.COM– Lombok Tengah – SMAN 1 Praya Timur kini resmi ditunjuk sebagai prototipe Eco-School TASTURA di Lombok Tengah. Sebagai langkah awal, sekolah ini menggelar rapat pembentukan pengurus Eco-School TASTURA pada Jumat (1/11/2024) untuk merancang strategi dan aktivitas program Environmental Peacebuilding di sekolah.

Padil, yang terpilih sebagai Ketua Eco-School TASTURA SMAN 1 Praya Timur, mengungkapkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab yang besar dalam memimpin program ini. “Dengan semangat dan kolaborasi, kita bisa membuat perubahan. Harapan saya, Eco-School TASTURA dapat mendidik siswa dan warga sekolah untuk menjaga lingkungan dengan baik, sehingga sampah sekolah bisa dikelola secara bijak tanpa menambah beban di TPA Pengengat,” ujarnya.

Padil menambahkan, “Program ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran lingkungan yang lebih luas dan mendorong aksi nyata dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Program ini juga akan mengajak siswa dan masyarakat berperan aktif dalam inisiatif berkelanjutan.”

Senada dengan itu, Wahyu, selaku Koordinator Program Eco-School TASTURA, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan tujuan program ini, yaitu mendorong kepedulian lingkungan yang signifikan dan meluas. “Ini adalah upaya kita untuk berdamai dengan laju kerusakan lingkungan,” katanya.

Wahyu juga menyampaikan harapannya, “Sebagai prototipe Eco-School, SMAN 1 Praya Timur diharapkan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di Lombok Tengah untuk menerapkan nilai perdamaian lingkungan, sehingga semakin banyak yang berkontribusi menjaga kelestarian alam di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini.”

Program Eco-School TASTURA di SMAN 1 Praya Timur mendapat dukungan penuh dari DDOROCARE dan Indika Foundation. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan serta menanamkan nilai Environmental Peacebuilding—yakni pengelolaan lingkungan yang kolaboratif, damai, dan berkelanjutan. Nilai ini semakin relevan mengingat pernah terjadinya konflik akibat buruknya pengelolaan sampah di TPA Pengengat beberapa tahun lalu, yang menunjukkan pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik guna mencegah kejadian serupa.

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Balik Aktivitas Depot Pertamina Ampenan: Nelayan Bintaro Keluhkan Jaring Rusak, Dugaan Pencemaran, dan Nihilnya CSR

8 Maret 2026 - 06:24 WITA

Empat Titik Ilegal Logging Terbongkar di Ai Beling, Satgas Sumbawa Siap Kejar Pelaku

4 Maret 2026 - 06:39 WITA

RDP DPRD Dompu Soroti Lemahnya Kinerja Dua KPH, Ketua DPRD Minta Pencopotan Kepala KPH

14 Januari 2026 - 22:43 WITA

Kapal Pertamina Diduga Rusak Terumbu Karang, Abrasi Pesisir Ampenan Kian Parah

12 Januari 2026 - 03:17 WITA

Sambut HUT Sumbawa, Polres Sumbawa Tanam Pohon di Taman Unter Katimis

9 Januari 2026 - 22:27 WITA

SCC dan Muda Beraksi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Keramat Lombok Timur

29 Desember 2025 - 09:57 WITA

Trending di Lingkungan