ERANTB.COM- Lombok Timur – Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Turunan Tanaman Tembakau yang digelar selama tiga hari, 4–6 Agustus 2025, di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.
Penutupan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., didampingi Plt. Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri (PSDI) Lalu Efendi Hidayat, MM., bersama tim Disperin NTB.
Bimtek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis potensi lokal, khususnya pemanfaatan limbah tanaman tembakau menjadi produk bernilai tambah berupa asap cair. Produk ini memiliki beragam fungsi, mulai dari pengawet alami untuk kerajinan dan furnitur, pestisida nabati, hingga pengawet bahan makanan.
Dalam sambutannya, Hj. Nuryanti menegaskan pentingnya menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas dalam pengembangan industri olahan lokal. Ia mengingatkan bahwa kesungguhan dan konsistensi berawal dari ketersediaan bahan baku yang terjamin.
“Bapak-bapak siapkan bahan bakunya, ibu-ibu mulai dulu dari yang bisa dilakukan. Kesungguhan itu bukan dari niat saja, tapi dari bukti nyata di lapangan,” ujar Hj. Nuryanti.
Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada inisiatif masyarakat. Menurutnya, setelah menguasai teknis produksi asap cair, peserta harus mulai merancang strategi pemasaran dan membidik target pasar yang jelas agar produk dapat bersaing.
Dengan adanya Bimtek ini, Disperin NTB berharap pelaku IKM di Lombok Timur dapat memaksimalkan potensi lokal, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
























