ERANTB.COM- Mataram – Menjelang pelaksanaan Festival Permainan Rakyat (PERAK) NTB 2025 pada 20–21 September mendatang, Gekrafs NTB mendapat banjir dukungan dan apresiasi dari sejumlah tokoh budaya, penggiat seni, hingga pegiat pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
Festival yang digagas Gekrafs NTB ini dinilai ibarat “hujan di musim kemarau”. Di tengah derasnya permainan modern dan digital yang mendominasi anak-anak serta generasi muda, permainan rakyat yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal kian ditinggalkan bahkan nyaris punah.
“Kita semua harus mengapresiasi langkah yang ditempuh kawan-kawan Gekrafs NTB. Ini merupakan hal baik yang mengingatkan kita untuk peduli merawat dan melestarikan permainan rakyat NTB,” ujar Maspanji Satria Wangsa, Penglingsir Kedaton Lombok Adi, Selasa (3/9/2025). Ia berharap festival tersebut bisa menggugah semua pihak untuk mendukung dan menjadikannya agenda rutin.
Hal senada disampaikan H. Saiful Insan, Ketua Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram. Ia menilai festival semacam ini perlu digelar secara berkesinambungan agar bisa kembali merebut hati generasi muda.
“Kalau rutin digelar dan ditampilkan secara kreatif, lambat laun pasti diminati. Selama ini kan memang permainan rakyat sudah jarang sekali dimainkan,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Sahlan M. Saleh, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Menurutnya, PERAK NTB 2025 tidak hanya penting bagi pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Jika dilaksanakan rutin dan masuk kalender event pariwisata NTB, festival ini akan punya nilai jual tinggi bagi wisatawan,” terangnya.
Ketua Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, mengungkapkan panitia kini tengah merampungkan berbagai persiapan, termasuk pendataan peserta dan kesiapan permainan rakyat yang akan ditampilkan.
“Selain menampilkan berbagai permainan tradisional, kami juga menyiapkan beberapa side event untuk meramaikan festival,” kata Yeyen.
Festival PERAK NTB 2025 digadang-gadang menjadi momentum penting mengembalikan permainan rakyat sebagai warisan budaya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

























