Jakarta, ERANTB.COM- Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, menerima audiensi dari Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) di kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta.
Rombongan KAMMI dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PP KAMMI, Nazmul Watan, beserta sejumlah ketua bidang.
Dalam pertemuan tersebut, KAMMI menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian publik, antara lain soal pelibatan anak muda dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Sekolah Rakyat, serta perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai masih belum akurat dan belum tepat sasaran.
Nazmul Watan menegaskan perlunya pembaruan data penerima bansos dilakukan secara berkala, minimal setiap tiga bulan sekali, guna mencegah konflik sosial di masyarakat.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak penerima PKH atau bansos yang berasal dari keluarga aparatur desa atau kelurahan. Ini perlu dikoreksi agar keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nazmul.
Selain memberikan kritik dan masukan, KAMMI juga memperkenalkan program unggulannya bertajuk Social Impact Initiative sebuah gerakan sosial yang digagas oleh Bidang Sosial Masyarakat (Sosmas) PP KAMMI.
Program ini bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas, mahasiswa, dan lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Sosial.
Program Social Impact Initiative memiliki empat fokus utama:
1. Meningkatkan kapasitas anak muda dalam isu kesejahteraan sosial, inklusi, dan pemberdayaan komunitas.
2. Menumbuhkan budaya volunteerism dan tanggung jawab sosial di kalangan pemuda.
3. Melahirkan sedikitnya 30 inovasi sosial berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
4. Menghubungkan peserta dengan unit layanan sosial Kemensos RI untuk peluang magang dan kolaborasi.
Rencananya, program ini akan dijalankan di 10 provinsi prioritas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Papua — berdasarkan potensi kepemudaan serta kesiapan mitra lokal.
Menanggapi hal tersebut, Wamen Sos Agus Jabo Priyono mengapresiasi kepedulian dan gagasan KAMMI terhadap isu sosial nasional.
“Kritik dan ide dari generasi muda seperti KAMMI sangat penting untuk memperkuat inovasi sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor sosial,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama bahwa KAMMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial, melalui semangat kolaboratif dan meaningful youth participation.
























