ERANTB.COM- Mataram– Sejarah Bima hari ini mencatat babak baru. Sultan Bima ke-14, Muhammad Salahuddin, resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada 10 November 2025. Penetapan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, menjadikan momentum tersebut semakin bermakna bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kabar yang telah lama dinantikan itu disambut penuh sukacita di Tanah Mbojo dan seluruh wilayah NTB. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan rasa bangganya atas keputusan pemerintah pusat yang menegaskan peran penting Sultan Salahuddin dalam sejarah perjuangan bangsa.
Alhamdulillah, pemerintah pusat sudah menyetujui gelar Pahlawan Nasional ini. Beliau adalah milik kita semua, pahlawan kita bersama,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi kado istimewa bagi ulang tahun ke-67 Provinsi NTB yang jatuh pada tahun ini, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan sejarah lokal.
Sultan Muhammad Salahuddin memimpin Kesultanan Bima pada periode 1915–1951, di masa penuh tekanan kolonial dan transisi politik nasional. Dalam kepemimpinannya, Sultan dikenal progresif dan visioner. Ia membuka akses pendidikan bagi rakyat, memperjuangkan kemandirian daerah, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah pergolakan penjajahan.
Selain dikenal sebagai pemimpin istana, Sultan Salahuddin juga menjadi penghubung antara perjuangan lokal dan kepentingan nasional, menjadikan Bima sebagai bagian penting dalam mozaik perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Pengakuan negara melalui gelar Pahlawan Nasional ini menegaskan bahwa jejak perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin tetap hidup dan relevan hingga hari ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus di Bumi Nggahi Rawi Pahu dan seluruh Indonesia.

























