ERANTB.COM- Mataram-Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Ekspos Dokumen Roadmap Industri Agromaritim Provinsi NTB Tahun 2025–2029 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini bertujuan menyampaikan hasil penyusunan sekaligus penyempurnaan roadmap sebagai pedoman strategis pembangunan industri daerah berbasis agromaritim.
Ekspos tersebut dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, OPD kabupaten/kota se-NTB, serta akademisi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penataan program pembangunan industri agromaritim yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana sosialisasi substansi roadmap kepada seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., menyampaikan bahwa penyusunan roadmap industri agromaritim merupakan proses panjang sejak Dinas Perindustrian ditetapkan sebagai leading sector pengembangan industri agromaritim di NTB.
“NTB memiliki 38 komoditas unggulan agromaritim yang tersebar dalam enam sektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan kelautan, peternakan, serta kehutanan. Seluruh komoditas tersebut disusun dalam peta jalan hilirisasi sebagai panduan pengembangan industri dari hulu hingga hilir,” ujar Nuryanti.
Ia menjelaskan, dari 38 komoditas tersebut, pemerintah daerah menetapkan 12 komoditas unggulan prioritas untuk didorong melalui industrialisasi dan hilirisasi. Komoditas prioritas tersebut meliputi jagung, kedelai, singkong, aren, kelapa, porang, pelagis (tuna dan cakalang), rumput laut, udang vaname, garam, sapi, dan kemiri.
“Dua belas komoditas ini diprioritaskan karena memiliki potensi besar untuk pemenuhan kebutuhan lokal, substitusi impor, sekaligus peluang ekspor. Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah komoditas agromaritim dapat dinikmati secara maksimal oleh daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, roadmap industri agromaritim NTB disusun sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk arah Peraturan Presiden terkait hilirisasi industri. Dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Provinsi NTB akan memfokuskan penguatan sektor hulu, pengembangan sentra industri yang telah ada dan tersebar di 10 kabupaten/kota, serta penguatan industri halal sebagai salah satu keunggulan kompetitif daerah.
“Pengembangan ekosistem industri agromaritim merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi secara optimal. Seiring penguatan NTB sebagai pusat investasi atau NTB Capital, kami optimistis sektor ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Nuryanti.
Ia juga menegaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB akan mengawal implementasi roadmap ini guna mendukung pencapaian target pertumbuhan sektor industri hingga 7 persen. Roadmap tersebut menjadi penguatan arah kebijakan pembangunan industri dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
Ekspos roadmap ini bertujuan menjaring saran, kritik, dan masukan dari para pemangku kepentingan, melakukan sinkronisasi pengembangan industri agromaritim dengan pembangunan daerah, serta memperkuat komitmen lintas sektor. Output yang diharapkan meliputi dokumen roadmap final, notulensi kegiatan, daftar tindak lanjut, serta penguatan kesepakatan bersama dalam implementasinya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman dan kesepakatan bersama sehingga roadmap industri agromaritim dapat menjadi acuan dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan industri agromaritim di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

























