ERANTB.COM- Mataram – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategis (BPSDM) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB. Pertemuan berlangsung di Kantor BRIDA NTB pukul 14.30–17.00 WITA, mengusung tema “Pemuda dan Inovasi Menuju NTB Mendunia.”
Kegiatan dihadiri oleh kader KAMMI dan jajaran BRIDA NTB. Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, memaparkan Agenda Prioritas Riset dan Inovasi Daerah. Ia menegaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang harus terlibat aktif dalam melahirkan inovasi untuk kemajuan daerah.
Ketua PW KAMMI NTB, Irwan, turut memantik diskusi melalui materi “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Ekosistem Riset dan Inovasi.” Ia menegaskan komitmen KAMMI untuk menjadi mitra pemerintah dalam mendorong riset terapan, inovasi desa, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
Tiga Usulan Program KAMMI untuk Penguatan Riset & Inovasi Pemuda
1. Youth Research & Innovation Fellowship (YRIF) NTB
Program beasiswa dan pendampingan riset untuk mendorong lahirnya karya riset aplikatif dari kader dan mahasiswa.
2. Inkubator Inovasi Desa Berdaya
Program identifikasi potensi desa berbasis data BRIDA, pendampingan pemuda desa, serta pengembangan pilot project seperti agropreneur muda, digitalisasi UMKM desa, dan eco-village.
3. Forum Riset dan Inovasi Pemuda NTB (FRIP NTB)
Agenda tahunan berisi seminar hasil riset, pameran inovasi pemuda, hingga penyampaian rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah.
Sementara Kabid BPSDM KAMMI NTB, Hikmatullah, S.Pd, berharap kolaborasi tersebut menjadi jembatan bagi pemuda untuk mengubah ide menjadi karya nyata yang berdampak pada masyarakat. KAMMI juga berkomitmen membentuk tim pendampingan riset untuk membantu kader yang ingin berkembang dalam dunia penelitian dan inovasi.
Kolaborasi KAMMI–BRIDA NTB ini menjadi sinyal kuat tentang tingginya antusiasme pemuda NTB terhadap riset dan inovasi. Program-program yang dirancang diharapkan memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan NTB yang adaptif, ilmiah, dan berdaya saing global.
























