Menu

Mode Gelap

News · 9 Feb 2026 18:01 WITA ·

Mahasiswa NTB Akan Kepung OJK, Bank NTB Syariah dan Kantor Gubernur, SAMUDRA Soroti Dugaan Gagalnya Tata Kelola BUMD


 Mahasiswa NTB Akan Kepung OJK, Bank NTB Syariah dan Kantor Gubernur, SAMUDRA Soroti Dugaan Gagalnya Tata Kelola BUMD Perbesar

Mataram, ERANTB.COM –  Gelombang kritik terhadap Bank NTB Syariah terus menguat. Suara Mahasiswa untuk Demokrasi Rakyat (SAMUDRA NTB) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan tiga titik utama: Kantor OJK NTB, Bank NTB Syariah, dan Kantor Gubernur NTB.

SAMUDRA menegaskan, aksi ini bukan sekadar demonstrasi rutin, melainkan peringatan serius atas krisis tata kelola BUMD yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Menurut SAMUDRA, gangguan layanan Bank NTB Syariah dinilai telah melampaui persoalan teknis biasa. Macetnya transaksi antarbank, keterlambatan pembayaran gaji ASN hingga tanggal 22, serta terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat disebut sebagai indikasi persoalan yang bersifat struktural dan sistemik.

“Ini bukan gangguan insidental, tetapi kegagalan serius tata kelola perbankan daerah,” tegas SAMUDRA dalam pernyataan sikap resminya.

Direksi Bank Dinilai Bertanggung Jawab
Dalam pernyataannya, SAMUDRA menilai direksi Bank NTB Syariah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas situasi tersebut. Mereka menilai manajemen bank gagal menjaga keandalan sistem, melindungi kepentingan ASN, serta menjaga kepercayaan publik.

SAMUDRA mendesak agar dilakukan langkah tegas terhadap jajaran direksi, bukan sekadar klarifikasi atau peringatan.

Kritik untuk OJK NTB

Selain bank, kritik juga diarahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. Sebagai lembaga pengawas perbankan, OJK dinilai belum menunjukkan langkah tegas di tengah krisis pelayanan publik.

Sikap yang dianggap pasif tersebut dinilai memperkuat dugaan lemahnya fungsi pengawasan terhadap Bank NTB Syariah.
Gubernur NTB Ikut Disorot
Sorotan juga diarahkan kepada Gubernur NTB selaku pemegang saham pengendali Bank NTB Syariah. SAMUDRA menilai belum terlihat langkah tegas dari pemerintah daerah di tengah keterlambatan gaji ASN dan gangguan transaksi masyarakat.

Mahasiswa menegaskan, jika pasca aksi tidak ada langkah konkret, maka kepemimpinan daerah dinilai gagal menjalankan tanggung jawabnya.

Aksi Bawa Tiga Tuntutan Utama

Aksi yang akan digelar Selasa (10/2/2026) tersebut dipastikan membawa tiga tuntutan utama:
Pertama ; Mencopot direksi Bank NTB Syariah
Kedua, Memperkuat pengawasan OJK terhadap perbankan daerah
Ketiga Mendesak pemerintah daerah bertanggung jawab atas pelayanan publik
SAMUDRA menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan keras bagi pemangku kebijakan di NTB.

Mahasiswa tidak akan berhenti bersuara ketika pelayanan publik terganggu dan masyarakat dirugikan,” tegas mereka.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aliansi Masyarakat Menggugat Desa Soro Barat Pertanyakan Progres Penanganan Aduan, Ancam Aksi Demo

10 Februari 2026 - 23:17 WITA

Mentan Tetapkan NTB Calon Sentra Bawang Putih dan Jagung Nasional

9 Februari 2026 - 18:07 WITA

Tarhib Ramadhan PKS Kota Mataram: Siapkan Diri Menyongsong Bulan Penuh Berkah

9 Februari 2026 - 17:28 WITA

MPDI NTB Siap Gelar Muswil-Muskerwil, Satukan Langkah Pondok Pesantren

9 Februari 2026 - 11:02 WITA

Pemprov NTB Dukung TVRI Hadirkan Siaran Gratis Piala Dunia 2026

1 Februari 2026 - 23:39 WITA

Banjir Bandang Terjang Pulau Sumbawa, Posko Tanggap Darurat NTB Salurkan Bantua

1 Februari 2026 - 23:32 WITA

Trending di News