Mataram, ERANTB.COM- Perkumpulan Pecinta Panahan Indonesia Bersatu (PI ) Provinsi Nusa Tenggara barat menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat NTB Sabtu-Minggu Juli 2025.
“Alhamdulillah, kegiatan FORNAS VIII ini berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami mengapresiasi kerja keras panitia dan para volunteer yang luar biasa. Kinerja mereka tidak diragukan lagi. Terima kasih telah meluangkan waktu dan tenaga demi menyukseskan acara ini,” ungkap Ketua Andi Panitia Pelaksana.
Ia juga menambahkan bahwa FORNAS kali ini telah memberikan energi baru serta inspirasi untuk terus mengembangkan cabang olahraga Panahan Tradisional di NTB.
“Acara ini memancing semangat baru dan menjadi inspirasi bagi kami untuk terus mendorong pengembangan panahan tradisional di daerah,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan oleh Kormida NTB Melalui Dinas Dispora Provinsi NTB terhadap kelancaran pelaksanaan FORNAS VIII.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensupport acara ini dengan baik. Meski masih ada kekurangan, hal itu menjadi bagian dari pembelajaran kami sebagai tuan rumah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu momen membanggakan datang dari tim panahan NTB Furqon dan Acika Rahmatika yang berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Shortbow Non Pelajar Mix Team (Hunting Archery), yang diikuti oleh dua atlet (1 putra dan 1 putri) berasal dari kabupaten Bima.
“Alhamdulillah, NTB berhasil meraih medali perunggu dalam kategori tersebut. Kami sangat bangga dan semakin semangat karena ini adalah kali pertama kami ikut serta dalam ajang FORNAS,” Ungkap Andi KaPemprov panahan provinsi NTB.
Sementara itu, Technical Delegate(TD) Panahan Indonesia, Risqi Amrulloh , menyampaikan bahwa cabang olahraga panahan tradisional pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII mempertandingkan sejumlah kategori, antara lain short bow untuk jenjang SD hingga SMA, long bow untuk kelas 1 hingga 6, serta kategori khusus tingkat SMP.
Sorotan utama pada kategori mixed team(Hunting archery) yang melibatkan kolaborasi pemanah putra dan putri dari berbagai daerah. “Laga ini paling ditunggu dan paling seru karena pada cabor panahan tradisional mengedepankan kepekaan atau insting. Kita ingin mengembalikan fungsi asli panahan tradisional yang dulu digunakan untuk berburu atau bertahan hidup. Itu yang ingin kami hadirkan di FORNAS kali ini,” ujar Kang Risqi sapaan akrab.
























