Menu

Mode Gelap

News · 25 Agu 2025 00:06 WITA ·

Pekerja Tambak Hilang di Laut Sembalun Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal Dunia


 Pekerja Tambak Hilang di Laut Sembalun Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal Dunia Perbesar

 

ERANTB.COM- Lombok Timur-Pekerja tambak udang bernama Indra Nurhidayat (30), warga Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat menyelam memperbaiki pipa HDPE di Pantai Elong-Elong, Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Jumat (22/8/2025).

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, mengatakan pencarian korban melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapal Polisi XXI-2012 dan XXI-1002, Satpolair Polres Lombok Timur, Basarnas Mataram, hingga masyarakat setempat. Teknologi robot bawah laut ROV (Remotely Operated Vehicle) turut dikerahkan untuk menyisir dasar laut.

“Sejak laporan pertama masuk, seluruh unsur langsung bergerak. Syukur alhamdulillah korban bisa ditemukan meskipun dalam keadaan meninggal dunia. Setidaknya keluarga mendapat kepastian,” ujar Kombes Boy Samola.

Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 Wita, ketika korban bersama tiga rekannya berangkat menggunakan perahu fiber menuju lokasi perbaikan pipa yang berada sekitar 108 meter dari bibir pantai dengan kedalaman 40 meter. Indra menyelam, sementara rekan-rekannya menjaga kompresor di atas perahu.

Namun, 15 menit kemudian, selang pernapasan korban muncul tanpa dirinya. Upaya pencarian manual tidak membuahkan hasil, hingga hanya ditemukan sepatu katak milik korban sekitar pukul 16.00 Wita.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir laut menggunakan rubber boat hingga radius 2 nautical mile, sedangkan SRU kedua melakukan pencarian sepanjang 2 kilometer garis pantai.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore harinya. Jenazah dievakuasi ke Puskesmas Sembalun sebelum dipulangkan kepada keluarga. Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 18.00 Wita.

“Terima kasih kepada semua unsur yang terlibat – mulai dari Basarnas, Polairud, Polsek Sembalun, tenaga medis Puskesmas, hingga masyarakat yang dengan tulus membantu,” kata Kombes Boy Samola.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pekerjaan di laut, khususnya penyelaman di kedalaman ekstrem.

 

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tuntaskan Penyisihan, Final MTQ XXXI NTB Jadi Panggung Ukhuwah dan Integritas

14 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemprov NTB Gencarkan Gerakan Pangan Murah di Wilayah Miskin Ekstrem

6 Juni 2026 - 04:47 WITA

Polsek Woja Gerak Cepat Tangani Temuan Jenazah Perempuan di Desa Madaprama

4 Juni 2026 - 19:36 WITA

Bupati Sumbawa Sambut Kunker Kapolda NTB, Perkuat Sinergi untuk Stabilitas Daerah dan Pelayanan Masyarakat

4 Juni 2026 - 19:02 WITA

Sekjen PPS Feryal Sayangkan DPRD KSB Diam Saat Rakyat Berjuang, Puji Ketua DPRD Dompu Turun ke Jalan

4 Juni 2026 - 12:01 WITA

Kericuhan Poto Tano Jadi Alarm, EW LMND NTB Desak Pemerintah Segera Beri Kepastian PPS

4 Juni 2026 - 05:54 WITA

Trending di News