Oleh : Iksan Imanuddin
Mantan Korda BEM NTB RAYA
Sumbawa, ERANTB.COM- Opini- Preman Dunia AS – IS, kini harus membayar mahal atas hoby perang mereka. Jika Presiden Venezuela bisa diculik dan selesai dalam beberapa hari, jika Rakyat Palestina dari hari ke hari terus di usir dan dibunuh, ditembak seperti mereka bermain game plastasion, kemudian ada yang dipenjara dengan masa tahanan 1000 Tahun. AS IS juga menganggap Iran juga sama, di saat mereka duduk di meja perundingan untuk jalan damai, tapi mereka menembakkan rudal ke pemimpin-pemimpin Iran, sehingga terbunuhnya Pemimpin Besar Iran, dan itu sebenarnya sudah berulang-ulang dilakukan oleh AS IS. Berunding-Rudal, Berunding-Rudal, maka hari ini, hari yang ditunggu-tunggu Iran, mereka baru akan mengakhiri perang jika ada jaminan tidak lagi di Perangi dan Diembargo dengan Sanksi-Sanksi, sambil menghancurkan IS agar berhenti menduduki tanah Palestina.
Maka banyak hal menarik bagi dunia dalam melihat kecerdikan Iran dalam melawan kesewenangan AS IS. Jika melakukan perang Simetris, Iran sadar diri pasti kalah. Maka Iran melancarkan perang Asimetris.
Jika AS IS yang memulai perang dan berharap bisa mengakhirinya dengan segera, mska bagi Iran ini eksistensi Islam dan Harga Diri. Iran menargetkan dan menghancurkan Pangkalan Militer AS, Radar Super Canggih dan Muahal serta bangunan tempat tentara dan Agen AS IS di negara-negara teluk sekutu AS IS. Radar adalah mata yang membaca peta dan rudal lawan, kini mereka buta. Ibarat orang main Voli, tapi menggunakan net dari tabir hitam, sehingga bola atau rudal murah iran datang tiba-tiba dan tidak bisa di intercept oleh peluruh mahal Iron Dom, Sling, dll. Akhirnya negara-negara teluk baru tersadar juga, ternyata radar dan pangkalan militer AS bukan buat mengamankan mereka, tapi buat jaring pengaman sahabat baik mereka yakni IS.
Iran memang belum mampu atau kata lain belum mau menembakkan Rudal ke Benua Amerika. Tapi dengan menutup Selat Hormuz, perang ini akan memukul periuk dan kantong semua keluarga di AS dan bisnis-bisnis yang menikmati budaya perang AS, Sistem Keuangan Petro Dolar AS, termasuk juga Pemimpin Eropa yang selama ini menerapkan standar Ganda dan seenak jidat. Maka pertempuran politik dan gonjang ganjing AS IS & Eropa akan semakin kencang juga, dan biasanya lebih menyakitkan dari perang dengan musuh dari luar yang bisa meningkatkan solidaritas dan soliditas internal.
Selat Hormuz menjadi lalu lintas Minyak dan Gas Dunia sebesar 20 % – 25%, lalu lintas untuk bahan Pupuk Pertanian dan juga bahan pangan untuk Konsumsi negara Timur Tengah. Kapitalis AS tidak punya nasionalis, maka mereka juga ikut menikmati sehingga harga minyak di AS & Eropa tetap akan dibeli mengikuti harga pasar oleh rakyatnya. Namun China tahun-tahun sebelumnya sudah memprediksi potensi hari ini berkaca dari Premanisme AS terhadap Negara-negara penghasil minyak. Jika kita menganggap bahwa Selat Hormuz tertutup total, itu pengecualian bagi China, dimana kapal Tanker Minyak China masih bebas mengirim minyak 1,2 – 3 Juta Barel setiap hari, dari pertama perang sampai hari ini. Tentunya, China punya Teknologi yang mengcaukan pelacakan IS AS, yang baru saja terungkap. Di sisi lain, Rusia juga jual mahal dan mengancam eropa dibiarkan kedinginan, kami punya pembeli Asia, jika eropa mau, tapi harus pasti dan jangka panjang, tidak boleh di intervensi politik dan dibawah tekanan Sanksi AS. Wow
Salah satu Bank Iran kini dirudal oleh IS, maka IRGC sudah mengeluarkan Maklumat untuk menjadi sah menyasar semua Perusahaan Teknologi dan Keuangan AS di IS & Timur Tengah. Maka investasi Tirliunan Dolar perusahaan-perusahaan AS seperti Mikrosoft, OpenAI, AWS, Cloud, Bank-Bank yang terkoneksi dengan AS IS dalam hari hari kedepan akan dihancurkan dengan rudal seharga Toyota Avanza dari Iran. Maka ini perang paling menyakitkan bagi AS. Sekaligus menandai pergeseran paling ekstrim peta Kekuatan dunia.
Bagi kita, Kejadian dan perang hari ini semakin membuat nyata tentang Hadist-Hadist Rasulullah tentang kejadian akhir Zaman. Perang akan kembali menggunakan perang seperti zaman dahulu, kemunculan 70.000 pasukan Yahudi dari Isfahan, karena untuk mengalahkan Iran sejarah ribuan tahun membuktikan tidak bisa dikalahkan dari luar, maka Yahudi harus menyusun kekuatan dari dalam Iran sendiri untuk menghancurkannya, dan nubuat yang lainnya.
Bagi kita Umat Islam, Pemimpin seperti Erdogan, Grand dan Mufti Al Azhar sudah mengeluarkan maklumat, bahwa hanya ada satu Islam. Tidak ada lagi Syiah Sunni sebagai propaganda yang dimainkan oleh AS IS melalui media mainstream selama ini. Kita mendukung Syiah bukan berarti kita Syiah tapi minimal ada yang berani menantang dan memukul mereka AS IS para pelaku Genosida Rakyat Palestina, bahkan IS menurut catatan Medis dunia, ternyata penghasil Organ Tubuh manusia tertinggi di Dunia dan kita tahu itu organ tubuh dari mana. Termasuk yang hari ini menutup Masjidil Aqso Kiblat Pertama kita untuk digunakan Shalat selama Bulan Suci Ramadhan ini.
Semoga Kemenangan untuk Iran dan Bangsa Palestina. Dan (kabar baik atau buruk? 😁) Menteri Pertahanan IS dan Saudara Setanyahu sudah menghadap Malaikat Mungkar dan Nakir untuk diserahkan ke Malaikat Malik, bahkan santer di berbagai Media kalau Kepala Preman Setanyahu juga sudah dalam perjalanan? Kalau Om Donuld, lagi diburuh oleh Arwah Kawannya si Epstein, yah minimal di Impeach oleh Kongres dan dicari sama Rakyatnya yang Dapurnya semakin panas berasap.

























