Mataram, ERANTB.COM – Usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) Mataram dan diterima Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 14.10 Wita, rombongan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIII Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melanjutkan agenda dengan mengunjungi pusat oleh-oleh khas Lombok, Phoenix Food di Abiantubuh, Cakranegara, Kota Mataram.
Sebanyak 43 peserta lintas sektoral disambut hangat oleh owner dan pegawai Phoenix Food. Rombongan mendapat penjelasan tentang produk unggulan sekaligus berkesempatan mencicipi panganan khas Lombok yang dikemas modern dan siap menembus pasar global.
Ketua rombongan sekaligus Wali Angkatan LXIII PKN Tingkat I, Dr. Basseng, M.Ed., mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dengan dunia usaha dalam menghadirkan ekosistem inovasi pangan.
“Ini adalah contoh nyata sinergi. Pemerintah menyiapkan sektor pertanian, lalu dunia usaha seperti Phoenix mengolahnya hingga menghasilkan produk bernilai tambah. Ke depan, sinergi seperti ini perlu lebih intensif agar semakin banyak usaha lokal bisa berkembang dan memberi penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Basseng menegaskan, UMKM NTB memiliki modal dasar yang kuat untuk bersaing di tingkat global. Menurutnya, Phoenix telah membuktikan mampu menembus pasar dunia dan UMKM lokal lainnya juga memiliki peluang yang sama dengan dukungan pemerintah.
Sementara itu, salah satu peserta PKN LXIII yang juga putra daerah NTB, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., mengaku bangga melihat geliat UMKM lokal yang mampu naik kelas.
“Sebagai putra daerah, saya merasa bangga melihat produk lokal NTB mampu mendapat tempat di pasar global. Ini jadi motivasi bagi kita semua untuk terus mendukung UMKM agar semakin maju,” ungkap Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN RI tersebut.
Kunjungan ke Phoenix Food menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan PKN LAN RI Angkatan LXIII di NTB. Selain memperluas wawasan tentang inovasi pangan, momentum itu juga mempererat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat lokal.
























