Menu ✖

Mode Gelap

News · 2 Jan 2026 07:20 WITA ·

Ruang Hidup Tergerus, Konsesi AMNT Bentang Puluhan Ribu Hektare di Sumbawa


 Ruang Hidup Tergerus, Konsesi AMNT Bentang Puluhan Ribu Hektare di Sumbawa Perbesar

Sumbawa Barat, ERANTB.COM – Aktivis pemerhati masyarakat lingkar tambang, Yuni Bourhany, menyoroti besarnya penguasaan lahan pertambangan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Pulau Sumbawa. Ia menilai konsentrasi konsesi tambang dalam skala puluhan ribu hektare di satu wilayah pulau perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, PT AMNT tercatat mengantongi konsesi pertambangan sekitar 25.000 hektare di Kabupaten Sumbawa dan sekitar 25.000 hektare di Kabupaten Sumbawa Barat. Wilayah tersebut mencakup sejumlah blok tambang, di antaranya Blok Elang, Blok Lampui, dan Blok Rinti, yang tersebar di Kecamatan Lenangguar, Ropang, dan Lunyuk.
Menurut Yuni, penguasaan ruang dalam skala besar oleh satu korporasi berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama jika tidak disertai pengawasan ketat dan keterbukaan informasi kepada publik.

“Ketika satu perusahaan menguasai puluhan ribu hektare lahan di satu pulau, negara dan pemerintah daerah harus memastikan keseimbangan antara kepentingan investasi dan hak masyarakat atas ruang hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsesi lintas kabupaten dan kecamatan bukan semata persoalan teknis perizinan, tetapi juga menyangkut keadilan tata ruang serta risiko ekologis jangka panjang. Semakin luas wilayah konsesi, kata dia, semakin besar pula potensi dampak sosial dan lingkungan yang harus ditanggung masyarakat sekitar.

Yuni juga menyoroti bahwa hingga saat ini status dan pemilahan wilayah konsesi PT AMNT masih dalam proses penataan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kondisi tersebut seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam memberikan dukungan terhadap aktivitas pertambangan.

“Pemerintah daerah tidak boleh pasif. Dengan luasan konsesi sebesar itu, pemda wajib memastikan batas wilayah, fungsi ruang, serta dampaknya jelas sebelum aktivitas tambang semakin meluas,” tegasnya.

Ia mendorong adanya evaluasi terbuka terhadap konsesi tambang berskala besar, termasuk kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta jaminan perlindungan bagi masyarakat lingkar tambang.

“Ini bukan soal menolak tambang, tetapi memastikan penguasaan lahan tidak terkonsentrasi tanpa kontrol dan tanpa keberpihakan pada kepentingan publik,” pungkas Yuni.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT AMNT maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut. (*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Reformasi ke Indonesia Emas 2045, Rahman Toha Dorong Peran Kader KAMMI dalam Program Strategis Nasional

6 November 2026 - 14:14 WITA

Sekda Definitif Dilantik, Pemkab Lombok Barat Fokus Konsolidasi Birokrasi dan APBD 2027

5 November 2026 - 05:17 WITA

Massa Sempat Memanas, Polres Dompu Evakuasi Terduga Penganiaya Guru di SDN 15 Woja

4 November 2026 - 10:47 WITA

Wabup Sumbawa Minta Korban Kebakaran di Utan Segera Ditangani

4 November 2026 - 10:05 WITA

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Curanmor Honda Genio, Motor Digadaikan Rp1,5 Juta

3 November 2026 - 19:10 WITA

Surat DOB Pulau Sumbawa Sudah di Meja Kemendagri, Aliansi PPS Tagih Kepastian Pemekaran Sejak 2013

3 November 2026 - 18:31 WITA

Trending di News