Tangkapan layar unggahan akun TikTok @Andrealfian yang memperlihatkan mobil dinas pelat merah DR 1283 V terparkir di sebuah tempat hiburan malam (kiri), bersanding dengan foto kendaraan serupa di area parkir PN Praya (kanan). (Foto: TikTok @Andrealfian/Era NTB)
LOMBOK TENGAH, ERANTB — Jagat maya di Lombok mendadak gempar setelah sebuah rekaman video singkat memperlihatkan fasilitas negara diduga disalahgunakan. Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @Andrealfian tersebut memperlihatkan satu unit mobil berpelat merah dengan nomor polisi DR 1283 V tengah terparkir di sebuah kafe hiburan malam sekitar pukul 00.00 WITA.
Sambil mengarahkan kamera ke arah mobil, sang perekam dengan lantang menyuarakan kekecewaannya. Narasi yang disematkan dalam video tersebut langsung memicu sentimen negatif publik: *”Capek-capek rakyat bayar pajak, eh taunya mobil dipakai ke tempat hiburan malam.”* Sontak, sindiran menohok itu memanen ribuan komentar dan memicu spekulasi liar dari warganet.
Berdasarkan hasil penelusuran digital oleh warganet, dugaan kepemilikan mobil dinas tersebut mengarah kuat pada Pengadilan Negeri (PN) Praya, Lombok Tengah. Tuduhan ini diperkuat oleh beredarnya foto lain yang mencocokkan kendaraan serupa tengah terparkir di area resmi kantor pengadilan, tepatnya di slot parkir khusus yang bertuliskan penanda untuk mobil panitera.
Selain itu, warganet yang jeli ikut menambahkan bahwa kode akhiran huruf “V” pada pelat nomor tersebut memang merupakan identitas resmi untuk kendaraan dinas dinas di wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah.
Meski tudingan miring terus mengalir, muncul pula pembelaan di kolom komentar yang menyebutkan bahwa mobil berjenis Toyota Corolla keluaran tahun 2006 itu sebenarnya sudah masuk dalam daftar lelang. Namun, karena proses administrasi, aset tersebut dikabarkan masih terparkir di lingkungan pengadilan dan belum mengganti warna pelat nomornya. Kendati demikian, klaim sepihak dari komentar warganet ini masih abu-abu dan belum terkonfirmasi kebenarannya.
Menariknya, dinamika di kolom komentar tidak hanya dipenuhi oleh hujatan, melainkan juga respons satire dan serangan balik yang menggelitik. Beberapa netizen dengan nada bercanda menyebut sang pejabat mungkin sedang menggelar “sidang darurat” atau sekadar “ganti oli” di tempat hiburan tersebut. Tak sedikit pula yang meramal bahwa dalam waktu dekat pasti akan muncul klarifikasi template berbunyi “mobil sudah dilelang”.
Di sisi lain, fokus perhatian warganet justru terpecah kepada sang pembuat konten. Beberapa pengguna TikTok balik mempertanyakan urgensi keberadaan si perekam video di lokasi yang sama.
“Yang videoin juga ngapain di situ?” tulis salah satu akun yang memicu perdebatan baru.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan, klarifikasi, maupun rilis resmi dari pihak Pengadilan Negeri Praya maupun instansi berwenang di Lombok Tengah terkait status kepemilikan dan alasan utama armada dinas tersebut berada di area hiburan malam. Publik kini mendesak pihak terkait segera membuka suara agar bola liar spekulasi di media sosial ini tidak semakin menyudutkan integritas institusi pemerintahan.























