Menu

Mode Gelap

News · 4 Sep 2025 15:15 WITA ·

Pemkab Dompu Siapkan Langkah Kendalikan Inflasi dan Harga Pasar


 Pemkab Dompu Siapkan Langkah Kendalikan Inflasi dan Harga Pasar Perbesar

 

ERANTB.COM – Dompu. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah secara daring, Selasa (2/9/2025). Rakor ini diikuti oleh seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia.

Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya langkah konkret untuk menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok. Ia mendorong pemerintah daerah melaksanakan program pro rakyat, seperti gerakan pasar pangan dan bantuan sosial, guna menekan gejolak harga serta menjaga daya beli masyarakat.

“Di tingkat pusat, program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah berjalan dengan melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan, dan pihak lain yang jaringannya hingga ke daerah,” ujar Mendagri.

Sementara itu, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, yang mengikuti rakor tersebut menyampaikan kondisi perkembangan harga bahan pokok di wilayahnya. Menurutnya, harga bapok di Dompu cukup fluktuatif dari waktu ke waktu dan memengaruhi laju inflasi daerah.

“Perkembangan harga bapok perlu terus dipantau untuk menjaga stabilitas harga, mencegah inflasi, memastikan ketersediaan pangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Bupati mencontohkan, harga komoditas bumbu dapur seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan bawang putih mengalami dinamika sepanjang 2025. Harga cabai sempat melonjak di awal tahun namun kini berangsur stabil.

“Bawang putih lokal relatif stabil di kisaran Rp40 ribu–Rp45 ribu per kilogram. Begitu juga dengan tomat yang meski berfluktuasi, masih terkendali. Sementara bawang merah harganya dipengaruhi pasokan yang menurun karena petani di beberapa wilayah belum memasuki masa panen,” jelasnya.

Dompu, lanjut Bupati, bukan daerah penghasil bawang merah. Pasokannya sangat bergantung pada suplai dari Kabupaten Bima maupun wilayah lain di Pulau Lombok. Waktu tanam bawang merah sendiri sangat bergantung pada cuaca, biasanya pada April–Mei atau Juli–Agustus.

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, Pemkab Dompu telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya:

melakukan pencatatan dan pemantauan harga secara rutin di pasar pantauan,

memperkuat koordinasi dengan daerah penghasil komoditas,

serta memperluas kerja sama dengan petani maupun distributor agar pasokan tetap lancar.

Rakor daring tersebut berjalan tertib, aman, dan lancar.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Kata ‘Sayang’ Menjadi Penjaga Keutuhan Rumah Tangga

26 April 2026 - 08:39 WITA

STM Dukung Studi Geologi, Serahkan Sampel Inti Deposit Onto ke UMMAT

22 April 2026 - 08:53 WITA

Pesan Wagub Umi Dinda Untuk Warga Dompu di Mataram : Pererat Persatuan dan Gerakkan Perubahan

20 April 2026 - 06:47 WITA

UMKM Naik Kelas, Program Pinjaman Tanpa Bunga Dongkrak Ekonomi Lombok Barat

19 April 2026 - 17:22 WITA

Gandeng Influencer, KAMMI NTB Buka Peluang Bisnis Digital bagi Generasi Muda

19 April 2026 - 06:42 WITA

Kepala Desa Sambik Elen Buka Suara Soal Isu Sengketa Agraria

17 April 2026 - 18:39 WITA

Trending di News