Mataram, ERANTB.COM– Kebakaran hebat melanda sebuah ruko gudang oli Federal (Central Hero Manunggal) di Jalan Koperasi, Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar, mengingat api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian gudang yang berisi stok oli dalam jumlah besar.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula dari suara ledakan yang diduga berasal dari stavol (stabilizer) di bagian belakang gudang.
Saksi pertama, Wiritio (31), yang merupakan admin gudang, mengaku saat itu dirinya sedang melakukan stock opname di lantai 1. Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan yang disertai percikan api.
“Api langsung menyambar stok oli di lantai 1 dan cepat membesar,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Wiritio bergegas naik ke lantai 2 untuk memberi tahu rekan kerjanya. Dalam situasi panik, lima karyawan yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai dua ke bak truk terbuka yang terparkir di depan ruko.
Hal serupa juga disampaikan saksi lainnya, M. Beni Irawan (46). Ia menuturkan, sebelum ledakan terjadi, lampu di gudang sempat padam. Tak lama kemudian terdengar ledakan dari lantai 1.
Kami langsung panik dan menyelamatkan diri setelah diberi tahu ada api yang sudah menyambar oli,” jelasnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 10.50 WITA, sebanyak 8 unit mobil Damkar Kota Mataram, 4 unit Damkar Lombok Barat, serta masing-masing 1 unit AWC dari Sat Brimobda dan Ditsabhara Polda NTB tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.45 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2 miliar. Sejumlah barang yang terbakar di antaranya sekitar 1.300 dus besar oli, 1.000 dus kecil oli, serta satu unit komputer.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada stavol di bagian belakang gudang yang memicu ledakan dan percikan api hingga menyambar bahan yang mudah terbakar.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
























