ERANTB.COM– Bawang merah, adalah salah satu potensi pertanian NTB, khususnya Kabupaten Bima yang sangat potensial. Ditanam dilahan kurang lebih 11 ribu hektar, bawang merah menjadi salah satu mata pencaharian utama petani.
Sayangnya, harga yang sering anjlok dan akhirnya merugikan petani menjadi salah satu tantangannya. Dan salah satu cara menjawab tantangan tersebut adalah dengan industrialisasi.
Kepala dinas Perindustrian Provinsi NTB bersilaturrahim dengan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE., M. Comm Selasa, (01/2020) di ruang kerja Wakil DPRD NTB.
Pertemuan kedua tokoh muda ini, bersepakat untuk mendorong pengembangan Bawang Bima sebagai salah satu komoditas unggulan dari Dana Mbojo.
Potensi bawang yang melimpah dengan kualitas tinggi merupakan salah satu peluang yang harus digagas dalam koridor industrialisasi NTB,” Tutur mori Hanafi Wakil ketua DPRD Provinsi NTB.
“Silaturahmi kedua tokoh yang sama-sama berasal dari Pulau Sumbawa ini semakin membuka akses bagi Bawang Bima untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi.
Industrialisasi tentu adalah metode terbaik untuk mencapainya. Sebagai penentu kebijakan di sektor masing-masing, tentunya aksi konkrit dari silaturahmi kedua tokoh ini sangat kita nantikan,” Kata Nurhayati Tajuddin.
Aksi pengembangan Bawang Bima sebagai salah satu komoditas unggulan NTB salah satunya melalui pengembangan bawang merah menjadi bawang goreng. Inisiasi ini tentunya harus kita apresiasi bersama,” ungkap Nuryanti.
























