Menu ✖

Mode Gelap

News · 11 Mar 2020 07:07 WITA ·

AKSI TOLAK OMNIBUS LAW BEM SI DIBUBARKAN POLISI DAN TNI


 AKSI TOLAK OMNIBUS LAW BEM SI DIBUBARKAN  POLISI DAN TNI Perbesar

masa aksi Bem unram didepan jalan raya jempong baru . ERANTB /Toni

MATARAM, ERANTB.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (Bem Unram) melakukan aksi penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law. Aksi yang bertepatan dengan kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), KH. Ma’ruf Amin di acara Musyawarah Nasional Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Munas ADEKSI) di Hotel Lombok Raya, NTB, Rabu (11/3/20).

Masa aksi sekitar puluhan orang langsung dikawal ketat oleh pihak kepolisian (11/3/20)Erantb/toni.

Masa aksi mulai berkumpul di lokasi aksi di Jalan Lingkar Selatan pukul 09.30 Wita. Masa aksi sekitar puluhan orang langsung dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Terjadi perdebatan antara masa aksi dan Kepolisian.

Irwan selaku Presiden Mahasiswa (Presma) Bem Unram bersikeras untuk melakukan aksi dalam rangka menyuarakan suara rakyat tentang penolakan RUU Omnibus Law. Menurutnya penyampaian pendapat di muka umum adalah kebebasan yang melekat di setiap warga negara. Dan tugas kepolisian adalah untuk menjaga agar hak itu tidak hilang di setiap warga negara.

“Jangan halangi kami untuk menyatakan pendapat di muka umum, ini hak kami sebagai warga negara. Kami ini mahasiswa penyambung lidah rakyat,” Tegas Irwan.

Namun, pihak kepolisian dengan tegas menyatakan kalau hari ini tidak boleh diadakan aksi demi menjaga keamanan.

“saya minta aksi hari ini tidak ada. Atau aksi dibubarkan secara paksa,” Tegas pihak kepolisian yang melakukan negosiasi dengan masa aksi.

Irwan kembali meminta untuk melakukan mimbar bebas di pinggir jalan pada pihak kepolisian namun kembali ditolak.

Tak kunjung menemukan kata sepakat akhirnya masa aksi dibubarkan secara paksa. Pihak kepolisian yang dibantu oleh pihak TNI langsung membubarkan masa aksi.

Irwan sangat menyayangkan pembubaran paksa yang dilakukan oleh arapat Kepolisian dan TNI. Ini menciderai hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Dia hanya ingin menyampaikan keluh kesah mereka sebagai mahasiswa tentang rencana penetapan RUU Omnibus Law kepada Ma’ruf Amin yang sedang berkunjung ke Lombok.

“Kami sangat kecewa dengan cara pihak kepolisian dan TNI yang membubarkan Aksi menyuarakan suara rakyat,” Pungkasnya. (*ton)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MotoGP Mulai Berdatangan ke Lombok, Mandalika Bersiap Sambut Balapan Dunia

6 Oktober 2026 - 15:52 WITA

Stichting Rizq Bantu Anak Yatim di Sumbawa, Bagikan 173 Paket Bantuan

5 Oktober 2026 - 21:56 WITA

Jalur Pendakian Timbanuh Puncak Tembesi, Alternatif Favorit Nikmati Keindahan Gunung Rinjani

5 Oktober 2026 - 13:09 WITA

NTB Care Apresiasi Kadis Dinsos Loteng H. Masnun Luncurkan Jari Masmirah: Layanan Sosial Cukup Lewat WA

2 Oktober 2026 - 15:59 WITA

NTBCARE Dorong Terobosan Dikes Lobar: Pengaktifan BPJS Nonaktif Kini Bisa Lewat WhatsApp

30 September 2026 - 12:07 WITA

Bank NTB Syariah Tegaskan Pembiayaan Nasabah Sesuai Aturan yang Berlaku

30 September 2026 - 10:39 WITA

Trending di Ekonomi