Menu

Mode Gelap
 

News · 23 Mar 2020 10:43 WITA ·

Ban Serep, Bahagia Walau Bukan Yang Utama


 Ban Serep, Bahagia Walau Bukan Yang Utama Perbesar

Oleh Iwan Wahyudi

ERANTB.COM – “Bahagia itu urusan rasa dan hati, bukan masalah memiliki segala dan semata posisi yang lebih tinggi.”

Semua kita hampir pernah naik kendaraan, diantaranya pernah mengalami atau melihat kendaraan tersebut bannya kempes atau bocor sehingga perjalanan tertunda dan terhambat. Seketika itu ban yang bocor tersebut harus segera diganti dengan ban yang lain, ban cadangan itu biasa dikenal dengan nama ban serep.

Dalam hidup juga kita merasakan hal yang sama layaknya ban serep. Setiap saat yang menjadi perhatian, tumpuan dan pujian bukan kita. Hal-hal yang menyenangkan selalu tidak dilibatkan, bahkan ban serep disembunyikan agar tidak terlihat, disimpan ditempat yang paling bawah, biasanya dikolong kendaraan yang paling dahulu terkena debu, terciprat becek bahkan tergores oleh dahan dan benda tumpul lainnya saat melalui jalan pegunungan dan hutan.

Mengalami Kejadian dan Beban Berat.
Semua ban memiliki fungsi yang luar biasa. Semahal apapun harga mobil, sekinclong apapun body kendaraan, semahir apapun supir, secanggih apapun mesin yang digunakan, semua tidak akan memiliki arti saat tidak ada ban yang berputar menggerakkan dari satu tempat ketempat lain. Ia akan tetap berputar, medan apapun yang akan dilewati, seberat apapun kendaraan dan barang yang dibawa diatasnya. Saat ban utama tak bisa berfungsi, mau tidak mau ban serep harus bersedia mengemban dan mengambil alih peran seketika itu juga,tanpa ada proses tawar menawar.

Miskin Perhatian Namun Tidak Sombong.
Ketika ingin membeli atau menaiki kendaraan yang pertama dilihat dan menjadi pertimbangan adalah body kendaraan dan semua yang terlihat oleh mata. Hampir tidak ada yang menanyakan dan memperhatikan ban serep, betapa terkucilnya. Padahal ban serep memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata agar perjalanan penuh nuansa kegembiraan.Tohpundengannya ban sereptakpernahprotesdanmembusungkan dada tandakesombongan.

Dilupakan Saat Senang, Dicari Kala Genting.
Pernah lihat jurus paling ampuh, andalan setiap pendekar akan dikeluarkan saat diawal perkelahian atau paling akhir saat semua jurus tak lagi mempan menaklukan sang musuh? Ya, benar ia akan digunakan terakhir saat kondisi genting dan tak ada lagi yang dapat diharapkan. Begitulah ban serep ia tercampak saat normal dan luput perhatian kala biasa, waktu genting dicari dan dilihat saat darurat.

Dalam lakon kehidupan tak semua kita menjadi pemeran utama, namun yang terpenting adalah fungsi dan kontribusi bagi yang lain. Dalam pentas kepahlawan banyak diantara mereka dari golongan yang tak dilirik, namun mereka mampu menunjukan bahagia dan bangga menjadi cadangan seperti layaknya ban serep.Karenabahagiaituurusan rasa danhati, bukanmasalahmemilikisegaladansemataposisi yang lebihtinggi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov NTB  Targetkan 24 Ribu ASN, Dalam Gelar Pekan Literasi Digital Sektor Pemerintahan

24 April 2024 - 02:49 WITA

Pj Gubernur NTB Tutup Gelegar Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center

5 April 2024 - 16:08 WITA

MIM Foundation Berbagi Kebahagiaan dengan 500 Anak Yatim dalam Program Begibung Bersama Yatim, Dihadiri Walikota Mataram

1 April 2024 - 05:59 WITA

MUSDA V KAMMI, Rahmad Terpilih Jadi Ketua Umum PD KAMMI Sumbawa

18 Maret 2024 - 06:28 WITA

Menjelang Ramadhan, MIM Foundation Mendistribusikan 3800 Dus Air Mineral untuk Masjid di Nusa Tenggara Barat yang didukung oleh Bank Dinar

8 Maret 2024 - 10:37 WITA

PD KAMMI BIMA Mendesak Presiden Untuk Bersikap Netral Dalam Pilpres 2024 , Harus Menampilkan Sikap Negarawan

3 Februari 2024 - 21:06 WITA

Trending di News