Menu

Mode Gelap
 

News · 7 Mar 2020 09:57 WITA ·

COVID-19 dan Cara Menyikapinya


 COVID-19 dan Cara Menyikapinya Perbesar

Syamsul Lombok
(Kanak Lombok, saat ini tinggal di Makkah)

ERANTB.COM, — Dulu, di zaman pemerintahan Umar Ibn Khattab r.a, pernah terjadi wabah Tha’un (kolera). Muncul pertama kali di wilayah Syam. Kala itu, Umar berencana mengirim delegasi, beberapa diantaranya adalah sahabat terbaik Rasulullah Saw. untuk berkunjung ke negeri Syam, negeri yang baru saja ditaklukkan.

Namun, di tengah perjalanan tersiar kabar, di negeri tersebut sedang mewabah virus kolera. Jika dipaksakan untuk dikunungi, akan berbahaya bagi kesehatan para delegasi.

Umar kemudian berkonsultasi kepada para Sahabat dari kalangan Ansor dan Muhajirin. Mereka (Muhajirin dan Ansor) berbeda pendapat. Sebagian mendukung untuk meneruskan perjalanan, karena misinya baik. Sebagian lagi menyarankan untuk menangguhkan perjalanan, karena sangat berisiko, apalagi rombongan delegasi itu adalah para sahabat terbaik Rasulullah Saw.

Umar kemudian berkonsultasi kepada para Masyaikh (Tetua) di Makkah. Mereka merupakan sesepuh yang masuk Islam setelah terjadinya Fathu Makkah. Dan ternyata, para masyaikh itu sepakat dan mendukung kebijakan penangguhan sementara untuk pemberangkatan delegasi ke negeri Syam.

Di tengah hiruk pikuk issu kolera dan langkah konsultasi yang dilakukan Umar, maka muncul salah seorang sahabat bernama Abdurrahman bin Auf. Ia lantas menyampaikan kepada Umar bahwa Ia pernah mendengar Rasulullah Saw, bersabda :

إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها، وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تخرجوا منها

“Jika kalian mendengar ada penyebaran wabah di suatu negeri, maka jangan memasukinya. Dan jika terjadi wabah di suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka jangan keluar darinya.”

Makkah dan Madinah merupakan area publik. Kota ini menjadi kota paling sibuk di dunia. Ia menjadi tujuan ziarah dan ibadah ummat Islam dari seluruh dunia, dengan berbagai perbedaan latar belakang suku, ras, warna kulit, adat istiadat dan lain sebagainya.

Di kota ini, mereka bersinggungan satu sama lain. Kontak fisik sangat susah dihindari. Karenanya, jika ada salah seorang jama’ah misalnya, terjangkiti suatu penyakit tertentu yang sifatnya menular, maka akan sangat berbahaya bagi jamaah yang lain.

Dalam suatu wawancaranya dengan Televisi Arab Saudi, Imam Besar Masjidil Harom, Syaikh Abdurrahman As-Sudais حفظه الله memberikan keterangan, bahwa penangguhan sementara pelaksanaan ziarah dan umroh di dua kota suci, merupakan perintah syariat. Langkah yang ditempuh pemerintah KSA yang melarang tamu asing masuk ke Saudi juga sesuai dengan Maqashidu Syariah, yaitu Hifzun Nafs (menjaga keselamatan jiwa).

Bisa dibayangkan. Jika pintu masuk ke Makkah dibuka bebas, lalu ada salah seorang jama’ah suspect corona, kemudian mencium Hajar Aswad, lalu dicium lagi oleh jamaah berikutnya, maka tidak mustahil, mereka yang mencium Hajar Aswad belakangan itu, akan terjangkiti juga dengan virus yang sama.

Karenanya, kata Syaikh Sudais, pemerintah berkewajiban untuk menjaga keselamatan jiwa kaum Muslimin. Jangan sampai ada yang hilang oleh kelalaian. Di sinilah kaidah fiqh berlaku :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Mencegah kemudharatan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.”

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov NTB  Targetkan 24 Ribu ASN, Dalam Gelar Pekan Literasi Digital Sektor Pemerintahan

24 April 2024 - 02:49 WITA

Pj Gubernur NTB Tutup Gelegar Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center

5 April 2024 - 16:08 WITA

MIM Foundation Berbagi Kebahagiaan dengan 500 Anak Yatim dalam Program Begibung Bersama Yatim, Dihadiri Walikota Mataram

1 April 2024 - 05:59 WITA

MUSDA V KAMMI, Rahmad Terpilih Jadi Ketua Umum PD KAMMI Sumbawa

18 Maret 2024 - 06:28 WITA

Menjelang Ramadhan, MIM Foundation Mendistribusikan 3800 Dus Air Mineral untuk Masjid di Nusa Tenggara Barat yang didukung oleh Bank Dinar

8 Maret 2024 - 10:37 WITA

PD KAMMI BIMA Mendesak Presiden Untuk Bersikap Netral Dalam Pilpres 2024 , Harus Menampilkan Sikap Negarawan

3 Februari 2024 - 21:06 WITA

Trending di News