Erantb.com – Lombok Barat — DDOROCARE bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), menggelar One Day Workshop Youth Innovation for Sustainable Future dalam rangka Program Good Game 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Pondok Pesantran Addinul Qayyim Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, dan diikuti oleh 105 pemuda dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.
Ketua Pelaksana Kegiatan Youth Innovation for Sustainable Future dari DDOROCARE, Muhamad Wahyu Rosadi, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemuda agar tidak hanya memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, tetapi juga mampu merancang solusi yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami ingin pemuda tidak berhenti pada kepedulian, tetapi mampu memetakan permasalahan lingkungan di wilayahnya masing-masing dan menyusun rencana aksi yang bisa diimplementasikan,” ujar Wahyu.
Dalam workshop tersebut, peserta dibagi ke dalam delapan kelompok untuk memetakan akar permasalahan lingkungan dan menyusun rencana aksi menggunakan metode kartu yang difasilitasi oleh praktisi lingkungan. Sejumlah isu dibahas, antara lain pengelolaan sampah, pengembangan wisata minim sampah, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan.
Wahyu menjelaskan bahwa rencana aksi yang telah disusun tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dikembangkan menjadi kampanye digital melalui platform Planet Investment DDOROCARE agar dapat langsung ditindaklanjuti.
“Melalui Planet Investment, setiap kelompok kami dorong untuk membuat kampanye donasi secara mandiri. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk mendanai program lingkungan yang telah mereka rancang,” jelasnya.
Program Good Game 2025 merupakan inisiatif Kemenpora RI yang mendorong kreativitas dan kolaborasi pemuda usia 16 hingga 30 tahun, sejalan dengan domain Partisipasi dan Kepemimpinan dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Kegiatan ini juga didukung oleh Dispora NTB, RRI Mataram, serta sejumlah media.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Pondok Pesantren Addinul Qayyim, khususnya terkait relevansinya dengan tantangan pengelolaan lingkungan di lingkungan pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Addinul Qayyim, H. Zahrul Maliki, menilai program ini sejalan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas pemuda dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Permasalahan utama di pondok pesantren adalah persoalan sampah. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas pemuda dalam menyelesaikan masalah lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DDOROCARE dan Kemenpora RI atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada DDOROCARE dan Kemenpora yang telah menghadirkan program ini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kepemudaan, tetapi juga membantu kami mencari solusi nyata atas permasalahan lingkungan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, DDOROCARE berharap semakin banyak pemuda di Lombok yang mampu menjadi penggerak perubahan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan dengan dukungan kapasitas serta pendanaan yang memadai.

























