Menu

Mode Gelap

News · 18 Nov 2020 05:18 WITA ·

Pesawat Moyo Air Terbakar di Bandara Kaharuddin, Penumpang Cidera


 Pesawat Moyo Air Terbakar di Bandara Kaharuddin, Penumpang Cidera Perbesar

ERANTB.COM — Pesawat Moyo Air terbakar saat mendarat di Bandar Udara (Bandara) Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa, Rabu (18/11/2020) pagi.

Tujuh orang penumpang mengalami cidera dalam insiden ini.Sebelum kejadian, pukul 10.00 wita, cuaca di Bandara Sumbawa normal dengan jarak pandang 8 Km, arah angin 2800 dengan kecepatan 9 knot.

Pada saat itu terdapat beberapa penerbangan yang sedang berada dalam pengendalian Aerodrome Control Tower (TWR) Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa salah satunya adalah penerbangan Moyo Air dengan ETA 02.10 UTC/ 10.10 WITA, rute Lombok-Sumbawa, tipe pesawat ATR72-600 dan terdapat 72 orang di dalam pesawat.

Sekitar 10 menit sebelum mendarat, Pilot in Command (PIC) melaporkan kepada TWR bahwa pesawat mengalami kegagalan/mati mesin (engine fail) sebelah kanan.

Sehingga penerbangan Moyo Air melakukan pendekatan menggunakan Runway 32, namun karena pendaratan dengan satu mesin dan kondisi angin yang cukup kencang, manuver pendaratan menjadi tidak stabil sehingga pesawat mengalami overshoot di sisi sebelah kiri Runway 14 di sector 4 H pada Grid Map.Akibatnya, pesawat terbakar sesaat setelah melakukan pendaratan.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bandara dibantu dengan petugas dari Dinas Pemadam kebakaran setempat.

Dalam insiden ini, sebanyak 2 orang penumpang mengalami luka berat, 5 orang luka ringan, 1 orang pingsang, dan 64 orang dalam keadaan sehat. Penumpang yang mengalami cideri kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat.

Insiden diatas merupakan bagian dari simulasi kegiatan latihan Penaggulangan Keadaan Darurat (PKD) tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Komite Penanggulangan Darurat Bandara Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa.“Ini kita latihan.

Jadi kita ada kewajiban kami setiap dua tahun sekali mengadakan latihan penanggulangan keadaan darurat untuk mengantisipasi terjadi keadaan darurat di areal Bandara,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa, Sutarmin, S.AP., ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan, sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan rapat komite, dan latihan skenario di atas meja (Table Top), kemudian dilanjutkan dengan latihan penaggulanan darurat di lapagan.

“Saat latihan standarnya menggunakan benda berbentuk pesawat, aturannya pesawat terbesar yang mendarat. Kita disini ATR 72, disini kita buat semirip mungkin kita beri nama Moyo Air. Skenarionya pesawat mendatar melewati lintasan lalu terbakar,” jelasnya.

Sutarmin berharap, melalui latihan penanggulangan keadaan darurat ini, dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dari pelaksanaan latihan-latihan sebelumnya dan dapat meningkatkan kesiapan segenap unit penanggulangan kecelakaan pesawat udara, unit pendukung serta prosedur-prosedur yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahasiswi Asal KSB Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gomong, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

18 Mei 2026 - 20:46 WITA

Pemkab Sumbawa Dorong OPD Aktif Perbarui Website dan Media Sosial

18 Mei 2026 - 16:50 WITA

RSUP NTB Lunas dari Utang Rp91 Miliar, Fokus Benahi Pelayanan dan Tata Kelola

17 Mei 2026 - 23:04 WITA

Sengketa Tanah Warga di Sembalun Masuki Babak Akhir, Publik Soroti Dugaan Cacat Administrasi

17 Mei 2026 - 11:12 WITA

Gubernur Iqbal: Saatnya UMKM NTB Naik Kelas dan Siap Bersaing dikancah Global

15 Mei 2026 - 09:45 WITA

Sekda NTB Lantik 35 Pejabat Fungsional, Perkuat Birokrasi Fleksibel dan Berbasis Kinerja

14 Mei 2026 - 20:05 WITA

Trending di News