Menu

Mode Gelap

News · 7 Mar 2026 06:28 WITA ·

Selat Hormuz Dikabarkan Ditutup Garda Revolusi Iran, Dunia Khawatir Pasokan Minyak Terganggu


 Selat Hormuz Dikabarkan Ditutup Garda Revolusi Iran, Dunia Khawatir Pasokan Minyak Terganggu Perbesar

 

Timur Tengah, ERANTB.COM – Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan menutup akses pelayaran di Strait of Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia yang menjadi rute utama perdagangan minyak global.

Laporan tersebut mencuat setelah seorang perwira yang bertugas dalam misi keamanan laut Uni Eropa, Operation Aspides, mengaku menerima transmisi radio dari pasukan Iran yang menyatakan bahwa seluruh kapal dilarang melintas di Selat Hormuz.

Dikutip dari laporan Reuters(Suara.com), pesan radio itu berbunyi bahwa “semua kapal dilarang melewati Selat Hormuz,” yang langsung memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur distribusi energi dunia.

Namun pemerintah Iran membantah telah memerintahkan penutupan atau blokade selat tersebut. Bantahan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan United States terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran yang disebut-sebut juga menyasar beberapa negara di kawasan Teluk, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur strategis bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima hingga sepertiga pasokan minyak dunia melewati perairan sempit tersebut setiap harinya.

Jika jalur itu benar-benar ditutup, sejumlah negara industri besar seperti China, Japan dan South Korea diperkirakan akan menghadapi gangguan pasokan energi yang serius.

Di sisi lain, negara-negara penghasil minyak di kawasan Teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, United Arab Emirates hingga Iran sendiri juga berpotensi mengalami kerugian besar karena sebagian besar ekspor minyak mereka harus melewati Selat Hormuz.

Analis energi menilai, bahkan sekadar ancaman penutupan selat tersebut sudah cukup membuat pasar energi global bergejolak. Harga minyak dunia berpotensi melonjak jika jalur vital itu benar-benar terganggu.

Hingga kini situasi di kawasan masih dipantau ketat oleh berbagai pihak internasional mengingat pentingnya Selat Hormuz bagi stabilitas ekonomi global.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Gempa NTT, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan hingga Tenaga Kesehatan

19 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Dorong Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov NTB Jadikan KDKMP Penggerak di 40 Desa Berdaya Transformatif

19 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kado Manis HUT RI ke-81, 1.256 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Terima Remisi, Enam Langsung Bebas

19 Agustus 2026 - 11:02 WITA

Rayakan HUT RI ke-81 di Tengah Laut, Sekolah Pesisi Juang Ajak Warga “Melarung” Ego

19 Agustus 2026 - 09:11 WITA

KAMMI NTB : Pencalonan Miq Iqbal di KONI Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga NTB Menuju PON 2028

16 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Herbologis Cafe Mataram Hadir Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, dari Ngopi hingga Bangun Relasi

16 Agustus 2026 - 11:39 WITA

Trending di Kota Mataram