Menu

Mode Gelap

Opini · 9 Sep 2023 19:57 WITA ·

Berpikiran Jernih, Apa Manfaatnya?


 Berpikiran Jernih, Apa Manfaatnya? Perbesar

Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes

( Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Dompu dan sebagai Konsultan Psikologi.)

ERANTB.COM–Opini- Ketika individu ingin memutuskan sesuatu perkara sangat diharapkan yang bersangkutan sedang berada dikondisi pikiran yang jernih.

Bila pikiran jernih setiap persoalan yang dihadapi baik yang ringan ataupun yang berat dengan mudah untuk diselesaikan.

Berbeda halnya saat individu menyelesaikan masalah sedang dalam kondisi pikiran yang kacau (tidak jernih) perkara yang ringan saja akan menjadi berat.

Pentingnya pikiran yang jernih orang tua dalam banyak kesempatan selalu memberi nasehat kepada buah hatinya saat memutuskan suatu masalah pastikan sedang dipikiran yang jernih.

Memutuskan masalah dengan pikiran yang kacau seperti sedang berada dalam kekhawatiran, kecemasan, ketakutan dan kesedihan berdampak tidak baik tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain.

Berpikiran yang jernih memberikan banyak perspektif positif bagi individu kemudian mendorongnya berada pada koridor yang semestinya.

Berpikir jernih adalah saat individu sedang berpikir, pikirannya sedang dalam keadaan yang bersih dari emosi negatif dan persepsi yang salah terhadap masalah.

Berpikir lebih Jernih bukanlah sekedar “positive thinking”, namun lebih jauh dari itu yaitu bagaimana individu mengendalikan pikiran untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Mengendalikan pikiran bukanlah memanipulasi otak berujung pada hasil yang semu, namun memusatkan konsentrasi pada hal-hal yang bertujuan membangun diri dan membentuk karakter bertanggungjawab.

Jika individu mampu berpikir jernih dan rasional tidak saja membuatnya mudah menyelesaikan persolanan namun juga menandakan yang bersangkutan mampu berpikir baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan sistematis.

Individu yang dalam interaksi sosialnya senantiasa berpikiran jernih selain mampu produktif, efektif, dan efisien juga menunjukan dirinya sebagai pribadi yang menyejukan, damai dan bersahabat.

Individu yang senatiasa berpikiran jernih dalam banyak hal dia sering mendapat aplaus yang hangat dari berbagai interaksi yang berlangsung karena selalu mengedepankan sikap penuh kasih sayang dan jauh dari permusuhan.

Banyak dinamika yang terjadi yang terus mendorong individu dibanyak aktivitasnya untuk memiliki pikiran jernih dan karena kejernihan pikirannya membuatnya menjadi sosok cerdas dan beretika.

Saat individu dibanyak kesempatan berpikiran jernih dipastikan produk yang dihasilkan adalah hal yang bisa dipertimbangkan karena jauh dari sikap emosional.

Agar tetap produktif dan mendapat atensi yang hangat saat berinteraksi sosial sudah seharusnya pikiran yang jernih menjadi hal yang dikedepankan untuk itu individu terus mengasah dan melatih diri berpikiran jernih.

Demikian kupasan ini, mudah-mudahan ada manfaatnya guna memantapkan diri kita sebagai sosok yang senantiasa berpikiran jernih saat dihadapkan dengan banyak persoalan.

Artikel ini telah dibaca 171 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Refleksi 68 Tahun Lombok Barat: Antara Pembangunan Fisik dan Jalan Sunyi Menuju Sejahtera dari Desa

19 April 2026 - 16:36 WITA

Tak Ada Pejabat Dompu di Eselon II: Meritokrasi atau Ketimpangan Birokrasi?

13 April 2026 - 00:01 WITA

Perang Asimetris Iran, Awal Tumbangnya Rezim Preman Dunia AS IS (Banyak Pelajaran Menarik)

22 Maret 2026 - 06:28 WITA

Tekanan Ganda 2026: Krisis Lingkungan dan Ancaman Pangan Nasional

1 Januari 2026 - 21:20 WITA

Babak Baru Unram di Usia ke-63: Refleksi atas Bayang-bayang Krisis Transparansi dan Integritas

14 November 2025 - 21:29 WITA

Makna Pelukan Hangat Ayah bagi Pertumbuhan Emosional Buah Hati, Begini Kajiannya

1 November 2025 - 10:28 WITA

Trending di Opini