
Ketua Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center
CORONA, ERANTB.COM – Sekolah diliburkan, kantor diliburkan, rapat dibatalkan, seminar di tunda, dan lain-lain. Tujuannya cuma satu, mencegah berkumpulnya orang banyak dalam satu waktu.
Hal ini untuk memutus rantai penularan wabah Covid 19. Nah komunikasi dan edukasinya harus dilakukan supaya masyarakat tahu tujuan dilakukan itu semua.
Cukup 1 saja yg terkena Covid 19 dan pada saat itu berada dalam kerumunan tersebut, ambyar sudah masyarakat kita. Kalaupun memakai alasan “kan kita sudah kuat imunnya, masih sehat, mortalitas rendah dan lain lain”….
Well, sudah 6000 sekian yang meninggal akibat kasus ini. Dari sekian yang meninggal itu bisa jadi suatu saat adalah keluarga kita, ibu, ayah, paman, kakek, tante, ponakan, tetangga, dll.
Jadi please don’t be so ignorance and underestimate. Kalian akan segera menutup semua argumen tersebut saat itu semua benar-benar terjadi dan hanya akan bisa menyesal.
Di satu sisi, penularan yang masif tentu akan menimbulkan dampak yang sangat luas, kami sebagai tenaga kesehatan tentu tidak bisa hanya bilang “Rumah Sakit tutup tidak terima pasien”, Rumah Sakit libur, dsb.
Kamilah yang (mungkin) adalah sodara/, teman/ kerabat kalian sendiri yg akan berjibaku menyelamatkan nyawa-nyawa akibat dari ketidakpedulian kalian terhadap wabah ini.
Kamilah yang akan melihat kalian menangis, meratap dan (bahkan) menjerit-menjerit saat kalian kehilangan kerabat/teman kalian di IGD atau ruang perawatan intensif.
Yakin kalian tidak akan menulari teman/sodara/kerabat kalian??? sangat yakinkah kalian tidak akan terkapar meringis sesak di Rumah Sakit saat tertular penyakit ini.
Saat masker habis, sarung tangan habis, kami tetap akan bertugas dengan alat seadanya. Dan saat kami pun bertumbangan juga akibat kelelahan dan/atau tertular penyakit ini, saat itu juga kalian akan tahu, pertahanan terakhir perang terhadap wabah ini sudah hilang, dan itu akibat kalian.
Tidurlah dirumah, baca buku novel/komik/sastra dll, mengajilah, liat tv, download film, nonton drakor, buat kerajinan tangan, olahraga di rumah, nikmati saat-saat bersama keluarga kalian di rumah, tidak perlu keluar di keramaian. Wabah ini pasti akan berakhir, tetapi sampai butuh berapa korban yg timbul akibat ketidak pedulian kalian semua.
Apakah harus dipaksa untuk tinggal di rumah dengan todongan senjata, diberlakukan jam malam dengan hukuman tembak ditempat??
Jadilah pahlawan dengan memutus rantai penularan melalui isolasi mandiri (bagi yg mempunyai faktor resiko), jangan jadi “pembunuh”. Karena kau tidak akan pernah tahu siapa yg akan kau tulari dan terbunuh di ujungnya.
























