Lombok Barat, ERANTB.COM– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu program unggulan yang memberikan dampak signifikan adalah pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha.
Hingga tahun 2025, jumlah UMKM yang berhasil naik kelas mengalami peningkatan signifikan, dari 7.052 menjadi 11.797 pelaku usaha, atau tumbuh sebesar 67,29 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa program intervensi pemerintah daerah berjalan efektif dalam mendorong daya saing pelaku usaha lokal.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu kami terus mendorong mereka agar naik kelas dan lebih berdaya saing,” ujar salah satu pejabat daerah.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.050 pelaku usaha telah merasakan manfaat langsung dari program pembiayaan tanpa bunga tersebut. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini pada tahun-tahun mendatang.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi berbasis desa yang diusung Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lombok Barat tahun 2026, yakni “Patju Begawean” yang bermakna semangat kerja bersama.
Pemerintah berharap momentum HUT ke-68 ini dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah dari desa, memperkuat ekonomi rakyat, serta mendorong pemerataan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Lombok Barat optimistis mampu menciptakan ekosistem usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
























