Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 17 Nov 2022 18:36 WITA ·

Johan Rosihan : Nilai Ide Impor Beras dari Bulog sebagai Pengkhianatan atas Kedaulatan Pangan Nasional


 Johan Rosihan : Nilai Ide Impor Beras dari Bulog sebagai Pengkhianatan atas Kedaulatan Pangan Nasional Perbesar

ERANTB.COM– Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menilai adanya ide atau saran dari Bulog yang menyarankan pemerintah untuk segera melakukan impor beras karena stok CBP (cadangan beras pemerintah) yang kian menipis, hanya tersisa 651 ribu ton saat ini sebagai suatu bentuk pengkhianatan atas kedaulatan pangan nasional. Pasalnya menurut Johan, kenapa pemerintah tidak mengoptimalkan membeli beras dari petani dalam negeri, “kalau alasannya produksi lokal lagi turun dan harga beras lokal lagi tinggi maka tidak masuk akal sebab harga beras di pasar internasional juga sedang naik, jadi jangan sampai pemerintah mengkhianati kedaulatan pangan karena adanya subordinasi dari kekuatan pasar dunia dengan mengabaikan pemanfaatan produk lokal untuk pemenuhan kebutuhan pangan nasional,” ujar Johan.

Politisi Senayan ini juga menilai ide Bulog untuk segera melakukan impor juga sebagai bukti dari gagalnya program food estate yang selalu dibanggakan pemerintah, yang menelan anggaran begitu besar namun faktanya tidak bisa menjawab persoalan pangan nasional.

“Ketika ada ancaman krisis pangan, terbukti bahwa food estate adalah proyek gagal maka jangan sampai terjadi kita mengalami krisis beras dan bencana kelaparan akibat kesalahan pemerintah dalam kebijakan tata Kelola pangan nasional” kata Johan dalam keterangannya.

Politisi PKS ini menegaskan kepada pemerintah untuk menghentikan ketergantungan yang tinggi terhadap pangan impor khususnya beras dan pangan pokok lainnya, sebab ketergantungan impor membuat neraca perdagangan selalu menjadi negative, impor pangan yang berlebih akan membuat stok pangan berlebih dan mengancam stabilitas harga pangan lokal karena tidak berdaya bersaing dengan produk impor.

Menurut Johan, menandaskan kepada Bulog sebagai operator pangan, perlu segera merancang sistem stabilisator pasokan dan harga serta penguatan sarana pergudangan.

“Selain itu, Johan disapaan akrabnya mengingatkan Bulog untuk fokus mewujudkan aksesabilitas pangan dengan menerapkan kebijakan mengendalikan impor pangan dan mengutamakan produksi pangan dalam negeri serta memperhatikan kesejahteraan petani, mari kita junjung kedaulatan pangan dengan produk lokal serta mengutamakan kesejahteraan petani dan bukan selalu memanjakan para importir pangan,” tegas Johan.

Adanya ancaman krisis pangan dimana produksi turun akibat berbagai hal maka pemerintah harus memulai adanya stok dan ketersediaan pangan yang didukung oleh basis data produksi yang akurat serta pemetaan konsumsi berdasarkan wilayah (spasial), melakukan perencanaan cadangan pangan nasional berdasarkan musim, waktu, sebaran penduduk, dan wilayah produksi dengan mempertimbangkan potensi wilayah setiap daerah.

“Hal ini jauh lebih penting dilakukan pemerintah ketimbang selalu berfikir impor, untuk mewujudkan stabilitas pangan melalui sistem ketersediaan, akses pangan dan pemanfaatan pangan yang selalu menjunjung nilai kedaulatan pangan nasional,” tutup Johan Rosihan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Legislator PKS Desak Pemerintah Evaluasi dan Optimalisasi Dana Haji Demi Kepentingan Jamaah

6 Desember 2023 - 08:26 WITA

Tim Terpadu Kebakaran Hutan KLHK Mengaktifkan Kembali Sub Posko SiPongi dan MPA, Mencegah Kebakaran Hutan di NTB

29 Agustus 2023 - 03:54 WITA

Raker Bareng Mentan, Johan Pertanyakan Progres Penyaluran Pupuk Subsidi

18 Januari 2023 - 19:25 WITA

Gubernur NTB Membuka Munas DPP BMMB Dijakarta, Ini Pesan Gubernur

15 Januari 2023 - 07:16 WITA

Hari Migran Internasional 2022, Momentum Evaluasi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

21 Desember 2022 - 05:58 WITA

Terpilih SJP Pimpinan Ketua Nasional KA KAMMI : Kolaborasi dengan Berbagai Elemen dan Optimalkan Potensi

28 November 2022 - 10:56 WITA

Trending di Nasional