Menu

Mode Gelap

Desaku · 13 Jul 2026 12:53 WITA ·

KKN Unram Desa Setiling Sulap Limbah Jadi Pupuk, Gagas Pekarangan Inovatif


 KKN Unram Desa Setiling Sulap Limbah Jadi Pupuk, Gagas Pekarangan Inovatif Perbesar

Mahasiswa KKN PMD Unram bersama tim pengabdian dan warga Dusun Pesantek Daye berfoto bersama usai sosialisasi pembuatan pupuk organik di Desa Setiling, Lombok Tengah. (Foto: Istimewa/Era NTB)

 

LOMBOK TENGAH, ERANTB — Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Setiling menggandeng tim Pengabdian PNBP Unram. Tim tersebut berjalan di bawah pimpinan Ni Made Wirastika Sari, SP., M.Si. Mereka menggelar sosialisasi pembuatan pupuk kandang organik pada Jumat (10/7/2026). Acara berlangsung di Dusun Pesantek Daye, Desa Setiling, Lombok Tengah. Sebanyak 26 warga menghadiri kegiatan ini. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terkait pemanfaatan limbah ternak. Selain ramah lingkungan, pupuk organik juga bernilai ekonomis tinggi untuk pengembangan pekarangan inovatif.

 

Potensi peternakan yang besar di Dusun Pesantek melatarbelakangi program tersebut. Mayoritas warga di sana memelihara sapi. Ternak tersebut menghasilkan kotoran dalam jumlah melimpah setiap hari. Kepala Dusun Pesantek, Zulkarnain, S.Pd., mengapresiasi program ini sekaligus menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan aset ruang yang ada.

 

 

“Rata-rata warga kami memiliki lahan pekarangan sekitar 1–2 are yang selama ini dibiarkan pasif karena keterbatasan literasi pengelolaan tani terpadu. Edukasi dari mahasiswa ini membuka mata kami bahwa pekarangan rumah sebenarnya bisa menjadi lumbung pangan keluarga yang produktif jika dikombinasikan dengan pemanfaatan limbah kotoran sapi yang melimpah di desa kami,” ujar Zulkarnain.

 

Ketua Kelompok KKN, Irsan Wijaya, merespons cepat peluang tersebut. Ia bersama tim mengenalkan pembuatan pupuk kandang organik kepada warga. Langkah awal ini bertujuan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang pasif. Program ini sekaligus mengelola limbah ternak agar lebih produktif dan berkelanjutan. Irsan menjabarkan nilai edukasi penting di balik konversi limbah ini.

 

“Kami mengedukasi warga bahwa kotoran ternak bukanlah sampah padat yang mengotori lingkungan, melainkan aset biologis yang kaya unsur hara makro dan mikro. Dengan metode fermentasi yang tepat menggunakan mikroorganisme lokal, limbah ini dapat kembali menyuburkan tanah pekarangan secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia sintetis yang harganya kian mahal,” jelas Irsan.

 

Mahasiswa menghadirkan dua ahli sebagai narasumber utama. Ely Darmawan mengulas materi budidaya pekarangan inovatif. Sementara itu, Tohri memandu teknis pembuatan pupuk kandang. Kedua narasumber mengenalkan berbagai bahan baku lokal kepada peserta. Bahan tersebut meliputi sekam padi, kotoran ternak, dan seresah daun. Mereka juga memakai air cucian beras, larutan EM4, molases, serta air bersih. Warga juga antusias mempelajari teknik budidaya tanaman bedengan terbalik.

 

Warga mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Mereka aktif berdiskusi mengenai kendala pengelolaan limbah dan lahan. Setelah sosialisasi, mahasiswa berkomitmen terus mendampingi warga hingga tahap pengembangan budidaya berhasil.

 

Program ini juga menyokong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Aksi ini memperkuat pertanian berkelanjutan untuk menyukseskan SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Pemanfaatan limbah juga mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Praktik ramah lingkungan ini turut mendorong SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, pupuk organik menjaga kesuburan tanah sesuai SDG 15 (Ekosistem Daratan). Terakhir, program ini memicu pertumbuhan ekonomi warga sesuai target SDG 8. Melalui edukasi ini, KKN PMD Unram nyata berkontribusi dalam pembangunan desa berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Balik Aktivitas Depot Pertamina Ampenan: Nelayan Bintaro Keluhkan Jaring Rusak, Dugaan Pencemaran, dan Nihilnya CSR

8 Maret 2026 - 06:24 WITA

Safari Ramadan di Praya, Gubernur NTB Serukan Gerakan Tanam Pohon

5 Maret 2026 - 06:06 WITA

Empat Titik Ilegal Logging Terbongkar di Ai Beling, Satgas Sumbawa Siap Kejar Pelaku

4 Maret 2026 - 06:39 WITA

Gubernur NTB Minta Pendamping Desa Bersatu Atasi Kemiskinan Ekstrem di Lombok Tengah

4 Maret 2026 - 04:48 WITA

Kematian Warga Bujak Diduga Akibat Kabel PLN Putus, Jadi Atensi Publik

3 Maret 2026 - 04:39 WITA

Kepala Desa Lelong Edi Sanjaya, S.Pt Gelar Safari Ramadan ke Setiap Dusun

22 Februari 2026 - 08:36 WITA

Trending di Desaku