Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 10 Sep 2026 11:42 WITA ·

Modal 14 Tahun Memimpin Desa, Darmawan Dorong Keberlanjutan Pembangunan di Pilkades Perigi


 Modal 14 Tahun Memimpin Desa, Darmawan Dorong Keberlanjutan Pembangunan di Pilkades Perigi Perbesar

Calon Kepala Desa Perigi, Darmawan, saat bersilaturahmi dan berdiskusi bersama warga terkait program keberlanjutan pembangunan serta pemberdayaan pemuda di Desa Perigi, Lombok Timur. (Foto: Dok. Tim Pemenangan/ERA NTB)


ERA NTB.COM (LOMBOK TIMUR) — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Perigi mulai menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan masyarakat, salah satunya Darmawan, calon Kepala Desa Perigi yang membawa gagasan tentang keberlanjutan pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, serta perluasan ruang bagi generasi muda.

Dalam kontestasi tersebut, pengalaman menjadi salah satu hal yang turut mendapat perhatian. Juru Bicara Pemenangan Darmawan, Herianto, menilai pengalaman panjang yang dimiliki Darmawan dalam pemerintahan desa menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan di Desa Perigi.

Menurut Herianto, seorang pemimpin desa tidak cukup hanya mengandalkan popularitas. Sebaliknya, pengalaman, rekam jejak, kemampuan memahami persoalan warga, serta keberanian dalam mengambil keputusan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan desa.

“Bagi saya, memimpin desa bukan sekadar soal jabatan. Desa membutuhkan pemimpin yang sudah memahami masyarakat, memahami pemerintahan, dan memiliki pengalaman untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Herianto.

Ia menjelaskan, Darmawan memiliki pengalaman sekitar 14 tahun sebagai kepala desa. Selain itu, yang bersangkutan juga disebut memiliki pengalaman kurang lebih 4 tahun sebagai kepala dusun.

Dengan pengalaman tersebut, Herianto menilai Darmawan memiliki pemahaman yang cukup mengenai tata kelola pemerintahan desa. Tidak hanya itu, pengalaman di tingkat pemerintahan paling bawah juga dinilai membuatnya lebih memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Di sisi lain, pengalaman tersebut juga menjadi dasar bagi gagasan keberlanjutan pembangunan yang kini diusung Darmawan dalam Pilkades Perigi.

 

Rekam Jejak Pembangunan Desa Perigi

Selain berbicara mengenai pengalaman pemerintahan, Herianto turut menyoroti sejumlah pembangunan dan kegiatan yang disebut menjadi bagian dari rekam jejak Darmawan.

Beberapa di antaranya meliputi pembangunan lapangan besar, peningkatan akses jalan antardesa, penyediaan air bersih, hingga kegiatan berskala nasional yang dinilai turut memperkuat eksistensi budaya adat Sasak Limbungan.

Menurut dia, berbagai pembangunan tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai capaian masa lalu. Justru sebaliknya, pembangunan yang telah ada perlu menjadi pijakan untuk menghadirkan program berikutnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pembangunan Desa Perigi ke depan, kata Herianto, harus dilakukan secara berkelanjutan. Artinya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, sosial, budaya, pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan generasi muda.

“Kita tidak ingin pembangunan berhenti pada apa yang sudah dicapai. Infrastruktur harus terus diperkuat, ekonomi masyarakat harus tumbuh, budaya Sasak harus dijaga, dan anak muda harus mendapatkan ruang yang lebih besar untuk berkarya,” tegasnya.

Sementara itu, gagasan mengenai keberlanjutan pembangunan tersebut dinilai menjadi salah satu isu penting dalam menghadapi Pilkades Perigi. Pasalnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan yang terlihat secara fisik, tetapi juga membutuhkan pemerintahan desa yang mampu menjaga keberlanjutan program dan menjawab kebutuhan warga.

 

Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Desa

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari gagasan yang disampaikan tim pemenangan Darmawan.

Herianto menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan Desa Perigi. Oleh sebab itu, generasi muda tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam pembangunan.

Sebaliknya, mereka perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk terlibat dan mengambil peran dalam berbagai sektor. Mulai dari kegiatan sosial, olahraga, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pengembangan potensi desa.

Dengan demikian, keterlibatan pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih jauh, generasi muda dapat menjadi bagian dari proses perencanaan sekaligus pelaksanaan pembangunan desa.

Menurut Herianto, apabila potensi anak muda dapat dikelola dengan baik, keberadaan mereka justru bisa menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong kemajuan desa.

Selain pemberdayaan pemuda, pendekatan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Ia menilai kepemimpinan desa harus mampu menghadirkan pelayanan yang terbuka, ramah, serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan pelayanan yang terbuka, ramah dan mudah diakses. Pemimpin desa harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, mau mendengar dan tidak membuat jarak dengan warganya,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin desa tidak semata-mata diukur dari banyaknya pembangunan fisik yang dilakukan. Lebih dari itu, kemampuan membangun komunikasi, memberikan pelayanan, serta menjaga hubungan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pemerintahan desa.

Optimistis Hadapi Pilkades Perigi

Sementara itu, memasuki tahapan kontestasi Pilkades Perigi, Herianto menyatakan dirinya bersama tim pemenangan tetap optimistis terhadap peluang Darmawan.

Menurutnya, pengalaman di pemerintahan desa, rekam jejak pembangunan, serta konsolidasi yang terus dilakukan menjadi sejumlah modal dalam menghadapi pemilihan kepala desa tersebut.

“Dengan pengalaman, rekam jejak, serta konsolidasi yang terus kita bangun, saya sebagai Jubir Pemenangan memiliki keyakinan penuh bahwa Pak Darmawan mampu meraih kemenangan mutlak dalam Pilkades Perigi,” ujar Herianto.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontestasi politik di tingkat desa tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Baginya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat tetap menjaga suasana kondusif selama proses Pilkades berlangsung. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam sebuah demokrasi, terlebih dalam menentukan pemimpin yang akan membawa arah pembangunan desa ke depan.

Pada akhirnya, Herianto berharap seluruh masyarakat Desa Perigi dapat kembali bersatu setelah seluruh tahapan Pilkades selesai. Dengan persatuan tersebut, pembangunan desa diharapkan dapat terus berjalan tanpa terhambat oleh perbedaan pilihan politik.

“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Yang jauh lebih penting setelah Pilkades adalah bagaimana seluruh masyarakat kembali bersatu dan bersama-sama membangun Desa Perigi,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Heboh Penemuan Mayat di Empang Atas, Polisi Lakukan Olah TKP

9 September 2026 - 22:40 WITA

Kasus Dugaan Pelecehan Berlanjut, Polres Sumbawa Datangi Saksi ke Sekolah dan Rumah

9 September 2026 - 22:24 WITA

Mutasi Perdana Berbasis Manajemen Talenta, Bupati Sumbawa: Jabatan Bukan Balas Jasa

8 September 2026 - 20:23 WITA

Arahan KPK Jadi Acuan, Gubernur NTB Minta APBD-P 2026 Diperketat

8 September 2026 - 20:09 WITA

Stunting Sumbawa Naik Jadi 29 Persen, Bupati Minta Semua Sektor Bergerak

8 September 2026 - 17:02 WITA

Kejar Tayang Implementasi Program Desa Berdaya Iqbal-Dinda dan Terabaikannya Sektor Pendidikan

7 September 2026 - 22:31 WITA

Trending di News