ERANTB.COM-Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, melantik dan mengambil sumpah jabatan 26 Kepala Sekolah SMA dan SMK se-NTB di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Senin (26/1/2026).
Dalam sambutannya, Wagub NTB yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah merupakan bagian penting dari komitmen Pemerintah Daerah dalam memajukan dunia pendidikan, yang menjadi salah satu indikator utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB.
Dunia pendidikan adalah salah satu indikator yang mendorong peningkatan IPM di daerah kita. Karena itu, amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Umi Dinda.
Ia menjelaskan, pelantikan tersebut dilakukan seiring adanya pergeseran serta penetapan definitif sejumlah kepala sekolah yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Umi Dinda menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB lima tahun ke depan, agar kebijakan dan langkah di satuan pendidikan sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Lebih lanjut, Umi Dinda meminta para kepala sekolah bekerja dengan sepenuh hati, mengedepankan profesionalisme, serta menjaga integritas. Ia menegaskan bahwa penempatan jabatan kepala sekolah dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan karena kepentingan politik maupun titipan pihak tertentu.
Pada kesempatan tersebut, Umi Dinda juga menyoroti tingginya animo masyarakat terhadap sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit. Ia meminta agar sistem penerimaan peserta didik baru terus diperbaiki agar semakin transparan, adil, dan sesuai regulasi.
Ia juga memberikan catatan khusus kepada Kepala Dinas Dikpora NTB agar ke depan kualitas pendidikan di SMA dan SMK dapat semakin merata.
Kita ingin semua sekolah menjadi sekolah favorit. Dengan pemerataan kualitas, penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu bisa dihindari,” tegasnya.
























