Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Agu 2021 14:04 WITA ·

Dr. Salim : Kemerdekaan Indonesia Adalah Hadirnya Negeri Yang Adil dan Makmur.


 Dr. Salim : Kemerdekaan Indonesia Adalah Hadirnya Negeri Yang Adil dan Makmur. Perbesar

JAKARTA- ERANTB — Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS)bertajuk Segaf Al-Jufri memberikan orasi kebangsaan bertajuk ‘Proklamasi: Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur’ guna memperingati hari kemerdekaan serta anugerah lomba baca teks proklamasi mirip suara Bung Karno 2021.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk menjadikan peringatan proklamasi kemerdekaan di bulan Agustus ini sebagai momentum untuk mengokohkan komitmen kebangsaan kita,” ujar Doktor Salim dalam webinar Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS, Jumat (27/08).

Doktor Salim menuturkan bahwa perlu hadir sistem perekonomian yang memusatkan pada rakyat untuk dapat merasakan manfaatnya. Karena cita-cita dari kemerdekaan Indonesia adalah hadirnya negeri yang adil dan makmur.

Adil dan makmur bisa terwujud bilamana Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat. Meski demikian, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Doktor Salim memandang hal tersebut adalah tantangan bersama.

“Demokrasi kita berkembang sedemikian rupa, tapi sayangnya melupakan makna fundamental dari demokrasi itu sendiri, yaitu lahirnya kesejahteraan,” tukasnya.

Mantan Menteri Sosial ini menuturkan, tidak mudah menyatukan bangsa Indonesia kecuali komitmen kebangsaan yang kuat untuk bersatu menemukan titik temu, yakni Pancasila sebagai negara.

“Bangsa Indonesia akan mencapai kemajuan jika kita memiliki komitmen kebangsaan yang kuat,” tuturnya.

Komitmen tersebut antara lain menjaga persatuan dan kesatuan nasional, komitmen untuk mengelola kohesivitas sosial ditengah beragam masalah yang berkelindan berbagai macam kepentingan.

Menurut Doktor Salim, bangsa Indonesia akan menjadi besar dan maju bila kita saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi tanpa memandang suku, ras, agama, golongan dan lainnya.

“Hakikat dari kemerdekaan adalah tegaknya kedaulatan suatu bangsa untuk mewujudkan kepentingan nasional,” tandasnya.

Doktor Salim melanjutkan, dalam demokrasi kerakyatan misalnya, bukan hanya fokus untuk menang dalam pemilihan suara, tetapi juga menganut kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Demokrasi kerakyatan adalah demokrasi yang berdiri tegak diatas orientasi etis, daya rasa rasionalitas dan kearifan untuk mencapai konsensus,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Amri Akbar: Kepemimpinan, Gagasan, dan Sikap Kebangsaan di Tengah Polemik KAMMI

28 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Solidaritas KR-BNN, Gubernur Bali dan NTB Hadir untuk NTT

20 Agustus 2026 - 15:49 WITA

PP KAMMI Desak Erick Thohir Dicopot dari Kemenpora dan Mundur dari Ketua PSSI

11 Agustus 2026 - 01:31 WITA

Pembentukan Universitas Republik Indonesia, Visi Besar atau Prioritas yang Keliru?

31 Juli 2026 - 02:25 WITA

NTB Tuan Rumah Forum Pemuda ASEAN 2026, Langkah Strategis Menuju Ikon Pariwisata Mendunia

27 Juli 2026 - 12:33 WITA

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Awasi Pajak, Solusi atau Masalah Baru?

27 Juli 2026 - 02:32 WITA

Trending di Ekonomi