Mataram, ERANTB.COM – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Ngaji Publik bertajuk “Penegakan Supremasi Sipil dan Pembentukan Tim Investigasi Independen di Balik Gerakan Agustus” di Meenio Warking, Gomong, Selasa (16/9/2025).Forum ini menghadirkan akademisi, mahasiswa, dan media untuk membedah dinamika supremasi sipil pasca demonstrasi akhir Agustus lalu.
Ketua PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnaim, S.E., menegaskan pentingnya forum reflektif tersebut.
“Ngaji Publik ini kami hadirkan untuk meneguhkan posisi masyarakat sipil dalam mendorong negara menegakkan supremasi sipil, sekaligus memastikan Tim Investigasi Independen berjalan demi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Narasumber pertama, Taufan, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram, menyoroti aspek konstitusional dengan menegaskan supremasi sipil di atas militer sebagai fondasi negara hukum.
Sementara itu, Herianto, S.P., Korpus BEM SI 2024, menekankan peran mahasiswa dalam menjaga gerakan moral bangsa. Ia mengingatkan agar Tim Investigasi Independen tidak sekadar menjadi simbol politik, melainkan benar-benar bekerja transparan dan berpihak pada korban.
Dari perspektif media, Haris Mahtul, Pemimpin Redaksi NTB Satu, mengingatkan adanya ancaman serius terhadap kebebasan pers melalui pembahasan KUHP dan KUHAP. Ia menegaskan keterbukaan informasi menjadi kunci agar tim investigasi mendapat kepercayaan publik.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan peserta. Rido Pajri, misalnya, menyoroti mekanisme pembentukan tim independen agar tidak memunculkan korban sipil baru serta persoalan akses media arus utama yang kian terbatas karena sistem berbayar.
Di akhir forum, KAMMI NTB menegaskan sikap resmi:
1. Mendukung penegakan supremasi sipil demi menjaga prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.
2. Meminta Presiden RI segera membentuk Tim Investigasi Independen terkait dugaan makar dalam kerusuhan akhir Agustus 2025.

























