ERANTB.COM- Sumbawa – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menerima secara simbolis bantuan kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pendopo Bupati Sumbawa, Sabtu sore. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, SE, sebagai bentuk respons pemerintah pusat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa, H. Jarot, menyampaikan bahwa bantuan yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir dan angin puting beliung di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.
Alhamdulillah hari ini kami menerima bantuan dari BNPB pusat. Insyaallah bantuan ini akan segera kami distribusikan, mengingat beberapa kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ujar H. Jarot.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, bencana banjir telah melanda 17 kecamatan, 24 desa, dan 6 kelurahan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Selain penanganan darurat, Bupati juga menekankan pentingnya upaya mitigasi dan pencegahan bencana ke depan, khususnya melalui pelestarian lingkungan.
Ke depan, selain penyaluran bantuan secara simultan, kami juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam menjaga hutan. Secara bertahap, kawasan hutan dengan kondisi miring akan dialihkan fungsinya melalui penanaman pohon yang lebih bermanfaat guna menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.
Adapun bantuan dari BNPB Pusat meliputi kebutuhan dasar dan peralatan penunjang kebencanaan, antara lain sembako, alat kebersihan, selimut, matras, terpal, perahu, polietilen, serta mesin pendukung lainnya.
Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Sumbawa juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. Warga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang bermukim di bantaran sungai, guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

























