Dompu, ERANTB.COM – Respons cepat jajaran Polsek Dompu berhasil meredam keributan yang melibatkan warga Dusun Owo dan Dusun Ragi, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Rabu (5/8/2026) malam.
Konflik yang diduga dipicu kesalahpahaman saat hiburan organ tunggal itu akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi kepolisian bersama tokoh masyarakat.
Keributan bermula sekitar pukul 18.00 WITA saat seorang remaja berinisial M (17), warga Dusun Ragi, naik ke panggung untuk berjoget. Berdasarkan informasi kepolisian, remaja tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras sehingga aksinya memicu teguran dari sejumlah pemuda Dusun Owo karena dianggap mengganggu jalannya acara.
Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut hingga berujung dugaan aksi pemukulan terhadap salah seorang pemuda Dusun Owo. Ketegangan pun meningkat setelah warga dari kedua dusun berdatangan ke lokasi dan terlibat aksi saling serang.
Akibat insiden itu, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dari Dusun Owo, korban yakni Julkarnain (35) dan Rian (23). Sementara dari Dusun Ragi, korban tercatat Tono (30), Hermansyah (38), dan M (17).
Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Dompu IPDA Sarbani bersama personel piket segera mendatangi kedua dusun untuk mengendalikan situasi. Polisi mengimbau warga agar tidak terprovokasi, menahan diri, serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperluas konflik.
Sekitar pukul 19.40 WITA, pihak-pihak yang terlibat diamankan ke Mapolsek Dompu guna menghindari bentrokan susulan sekaligus membuka ruang penyelesaian secara musyawarah.
Proses mediasi yang dipimpin Kapolsek Dompu bersama Bhabinkamtibmas Desa Mbawi dan tokoh masyarakat dari kedua dusun berlangsung kondusif. Setelah mendengarkan penjelasan masing-masing pihak, keduanya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang ditandatangani sekitar pukul 21.50 WITA.
Kapolsek Dompu IPDA Sarbani mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang memilih jalur musyawarah.
“Kami mengapresiasi kedua belah pihak yang memilih menahan diri dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Yang paling penting setelah adanya kesepakatan ini adalah tidak ada lagi aksi balasan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepolisian tidak menginginkan persoalan yang berawal dari gesekan antarindividu berkembang menjadi konflik antarkelompok. Karena itu, Polsek Dompu terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, Bhabinkamtibmas Desa Mbawi juga diperintahkan meningkatkan kegiatan sambang dan pemantauan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah munculnya kembali potensi konflik.
Kapolsek turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya dan segera melaporkan setiap persoalan kepada pihak kepolisian.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan Desa Mbawi dan menghormati kesepakatan damai yang telah dibuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.
























