ERANTB.COM-Dompu – Perjalanan Deyan Syahirah Khairunnisa, penerima Beasiswa Prestasi PT Sumbawa Timur Mining (STM), menjadi contoh bagaimana pendidikan dan kesempatan dapat membuka jalan menuju karier profesional. Tumbuh dari keluarga sederhana dan sering berpindah tempat mengikuti penugasan orang tua sebagai guru, Deyan menjadikan adaptasi dan kerja keras sebagai pegangan hidup.
Sejak kecil, Deyan mengenyam pendidikan di berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai dari SDN Inpres Sondosia Bima, MTs Darul Ulum Dompu, hingga MAN 1 Bima. Perpindahan demi perpindahan membentuk wataknya yang mudah menyesuaikan diri dan memiliki rasa ingin tahu tinggi—terutama pada pelajaran fisika, yang kelak mengantarkannya masuk ke Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Mataram (Unram).
Kesempatan besar datang ketika ia mengetahui adanya Beasiswa Prestasi STM, program yang kala itu hanya menerima 10 mahasiswa terbaik. Meski persaingan ketat, Deyan memberanikan diri untuk mendaftar. Salah satu penentu keberhasilannya adalah inovasi alat pengukur percepatan gravitasi berbasis Arduino yang ia rancang sendiri dan telah dipublikasikan dalam jurnal nasional.
“Kalau tidak mencoba, saya tidak akan tahu sejauh mana kemampuan saya,” kenangnya.
Setelah melalui serangkaian seleksi dan wawancara, Deyan terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa Prestasi STM gelombang pertama. Baginya, beasiswa itu bukan hanya dukungan biaya pendidikan, tetapi juga kepercayaan yang mendorongnya untuk terus berkembang.
“Saya bukan dari keluarga berada. Beasiswa ini adalah kesempatan untuk mengubah masa depan,” tuturnya.
Program beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pelatihan, pengembangan kapasitas, serta jejaring profesional. Sejak dimulai pada 2021, program tersebut telah menyediakan 109 kuota bagi putra-putri Dompu untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.
Masuk Dunia Kerja Lewat Kemampuan dan Kepercayaan Diri
Setelah lulus pada Desember 2022, Deyan mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Tak lama kemudian, ia bergabung dengan PT Global Arrow, perusahaan mitra STM di bidang keamanan pada Proyek Hu’u, Kabupaten Dompu. Di sana, ia mengemban peran sebagai staf administrasi.
“Tugas saya banyak berhubungan dengan data, timesheet, keuangan, dan vendor. Dari sana saya belajar menjaga komunikasi antar divisi dan memastikan semuanya berjalan sesuai sistem,” jelasnya.
Sikap kolaboratif dan kemauannya mempelajari hal baru membuatnya mudah dikenali rekan kerja. Bahkan, Deyan pernah dipilih menjadi model program Beasiswa Prestasi STM untuk menginspirasi generasi muda di sekitar wilayah proyek.
Tetap Rendah Hati dan Berusaha Lebih Baik
Meski telah bekerja, Deyan terus meningkatkan kemampuannya, termasuk keterampilan bahasa Inggris dan komunikasi formal. Ia menargetkan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di bidang manajemen atau pengembangan sumber daya manusia.
“Dengan rendah hati kita bisa menempatkan diri di mana pun, dan dengan kerja keras kita bisa mencapai apa pun,” ujarnya.
Melalui perjalanan Deyan, program Beasiswa Prestasi STM kembali menunjukkan dampaknya dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia berdaya saing. Deyan berharap kisahnya dapat memotivasi generasi muda daerah untuk tidak ragu bermimpi besar.
“Dunia itu luas. Jangan berhenti di zona nyaman. Pergi, lihat dunia luar, belajar hal baru, dan terus berkarya,” pesannya.

























