Menu

Mode Gelap

Lombok Barat · 19 Agu 2026 11:02 WITA ·

Kado Manis HUT RI ke-81, 1.256 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Terima Remisi, Enam Langsung Bebas


 Kado Manis HUT RI ke-81, 1.256 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Terima Remisi, Enam Langsung Bebas Perbesar

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (tengah) secara simbolis menyerahkan surat keputusan Remisi Umum HUT ke-81 RI kepada perwakilan warga binaan disaksikan Kalapas Kelas IIA Lombok Barat M. Fadli (kiri) di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Senin (17/8/2026). (Foto: Dok. Lapas Lombok Barat)


LOMBOK BARAT, ERANTB.COM – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kabar baik bagi ribuan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. Sebanyak 1.256 warga binaan menerima Remisi Umum (RU) sebagai penghargaan atas proses pembinaan dan perubahan positif yang mereka jalani.

Dari jumlah tersebut, enam warga binaan langsung menghirup udara bebas setelah mendapatkan remisi yang membuat masa pidana mereka berakhir. Momentum tersebut menjadi kado manis kemerdekaan sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pemberian remisi berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026). Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, turut hadir mengunjungi Lapas Kelas IIA Lombok Barat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada warga binaan yang menunjukkan perilaku baik dan mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Dalam amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto yang dibacakan Gubernur NTB, remisi disebut bukan hanya berkaitan dengan pengurangan masa hukuman. Remisi juga menjadi bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang berkomitmen memperbaiki diri.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi bentuk apresiasi negara atas komitmen warga binaan dalam memperbaiki diri,” demikian amanat tersebut.

Menurutnya, momentum kemerdekaan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi penerima remisi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan pemberian remisi dilakukan melalui proses penilaian yang objektif dan sesuai ketentuan.

“Kami memastikan setiap narapidana yang diusulkan telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Mereka dinilai aktif mengikuti program pembinaan, berkelakuan baik, serta menunjukkan penurunan tingkat risiko berdasarkan hasil asesmen tim penilai,” jelasnya.

Saat ini, Lapas Kelas IIA Lombok Barat dihuni 1.490 warga binaan. Dari jumlah tersebut, 1.256 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memperoleh remisi.

Sementara warga binaan lainnya belum mendapatkan remisi karena belum memenuhi ketentuan. Sebagian masih berstatus tahanan atau perkara yang dijalani belum berkekuatan hukum tetap.

Ada pula warga binaan yang masih memiliki kewajiban menjalani hukuman subsider atau memenuhi kewajiban pembayaran denda.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengapresiasi proses pembinaan yang dilakukan jajaran pemasyarakatan. Pembinaan dinilai penting untuk menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

Tidak hanya melalui pembinaan mental dan sikap, warga binaan juga diarahkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Bagi 1.256 penerima remisi, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan perubahan positif yang telah dibangun selama berada di dalam lapas.

Sedangkan bagi enam warga binaan yang langsung bebas, HUT ke-81 RI menjadi titik baru dalam perjalanan hidup mereka.

Kebebasan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga, bekerja, hidup mandiri, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Di balik jeruji, kemerdekaan tahun ini hadir dalam bentuk berbeda. Bagi enam warga binaan, Merah Putih yang berkibar pada 17 Agustus 2026 sekaligus menjadi tanda dimulainya lembaran kehidupan yang baru.

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov NTB Jadikan KDKMP Penggerak di 40 Desa Berdaya Transformatif

19 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Rayakan HUT RI ke-81 di Tengah Laut, Sekolah Pesisi Juang Ajak Warga “Melarung” Ego

19 Agustus 2026 - 09:11 WITA

KAMMI NTB : Pencalonan Miq Iqbal di KONI Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga NTB Menuju PON 2028

16 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Herbologis Cafe Mataram Hadir Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, dari Ngopi hingga Bangun Relasi

16 Agustus 2026 - 11:39 WITA

Jelang Hut RI, Pemkot Mataram Larang Gerak Jalan Banci hingga Main Bola Pakai Daster

15 Agustus 2026 - 16:45 WITA

Viral di Sosmed! Wisatawan Lokal Bongkar Kejanggalan Retribusi hingga Karcis Masuk Wisata Bukit Lombok Tengah

15 Agustus 2026 - 16:21 WITA

Trending di Lombok Tengah