Deretan jeriken dan Tandon milik warga berjejer di pinggir jalan Desa Persiapan Penanggak, Batulayar, Lombok Barat. Jeriken tersebut disiapkan warga untuk mengantre bantuan distribusi air bersih di tengah kemarau. (Foto: Dok. Istimewa)
LOMBOK BARAT, ERANTB – Musim kemarau kembali membawa kesulitan bagi warga Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Krisis air bersih yang terjadi setiap tahun memaksa masyarakat harus turun ke daerah yang masih memiliki sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedikitnya 873 kepala keluarga (KK) di empat dusun terdampak krisis air bersih. Rinciannya meliputi Dusun Paok Lombok sebanyak 114 KK, Dusun Apitaik 164 KK, Dusun Penanggak Timur 375 KK, dan Dusun Penanggak 184 KK.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat masih mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta yang peduli. Pemerintah Desa Persiapan Penanggak sendiri secara rutin mengajukan permohonan bantuan ke berbagai instansi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Sekretaris Desa Persiapan Penanggak, Saeti, mengatakan bahwa saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan pengeboran sumur bor sebagai upaya menyediakan sumber air bersih yang lebih permanen. Hingga kini pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 83 meter dari target 105 meter.
“Saat ini sedang ada pengeboran sumur bor dari Dinas PU. Targetnya 105 meter dan sekarang sudah sekitar 83 meter. Kami berharap pengerjaan ini terus dikawal hingga selesai dan benar-benar menghasilkan sumber air untuk masyarakat,” ujar Saeti.
Sembari menunggu hasil pengeboran, pemerintah desa terus berupaya memenuhi kebutuhan warga melalui bantuan air bersih. Menurut Saeti, pemerintah desa hampir setiap minggu mengirim surat ke berbagai instansi untuk meminta bantuan distribusi air. Selain itu, Polres Lombok Barat dijadwalkan menyalurkan bantuan air bersih, sementara Kantor Kecamatan Batulayar juga memiliki program distribusi air setiap hari Kamis dan Ahad.
“Selama menunggu hasil pengeboran, kami terus bersurat ke berbagai instansi agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan air bersih. Bantuan dari berbagai pihak sangat membantu kebutuhan warga saat ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program penyediaan air bersih seperti Pamsimas pernah dilaksanakan, namun hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal saat musim kemarau.
Pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang terus berulang tersebut.

Pekerja didampingi warga memantau proses pengerjaan pengeboran sumur bor oleh Dinas PU di Desa Persiapan Penanggak, Batulayar, Lombok Barat. Pengeboran ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang krisis air bersih yang dialami 873 KK. (Foto: Dok. Istimewa)
“Harapan kami, Bupati Lombok Barat mengawal proses pengeboran sumur bor sampai benar-benar selesai dan menghasilkan air. Selain itu, pemerintah daerah perlu menjadwalkan distribusi air bersih secara rutin agar masyarakat tidak lagi harus turun mengambil air,” tutur Saeti.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, menjelaskan bahwa BPBD berfokus pada penanganan darurat ketika terjadi kekeringan, sedangkan penyelesaian jangka panjang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.
“BPBD fokus pada penanganan jangka pendek di daerah yang mengalami kekeringan. Kami memberikan rekomendasi dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan. Untuk solusi permanennya menjadi kewenangan Dinas PU,” jelas Toni Hidayat.
Ia mengatakan, BPBD telah tiga kali menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Persiapan Penanggak. Dalam waktu dekat, pihaknya juga kembali merencanakan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air.
Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, warga berharap upaya jangka pendek melalui distribusi air bersih tetap berjalan, sembari menanti penyelesaian sumur bor yang diharapkan menjadi solusi permanen bagi ratusan keluarga di Desa Persiapan Penanggak.

























