Lombok Barat, ERANTB.COM- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 di Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini TB sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Camat Gerung, serta Kepala Desa Taman Ayu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, pelaksanaan tracing TB tahun 2026 diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menyeluruh.
Menurutnya, masyarakat perlu memanfaatkan layanan CKG bukan hanya untuk pemeriksaan TB, tetapi juga sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat.
“Penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi memerlukan sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat menjelaskan bahwa upaya penemuan kasus TB diperkuat melalui program tracing yang didukung dua unit alat X-ray portable bantuan pemerintah pusat. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan alat X-ray portable akan mempercepat proses skrining di lapangan sehingga kasus TB dapat ditemukan lebih dini dan penanganannya menjadi lebih efektif.
“Hingga Juni 2026, penemuan kasus TB di Lombok Barat telah mencapai sekitar 1.000 kasus. Dari seluruh kasus tersebut, kami melakukan tracing terhadap anggota keluarga dan kontak erat pasien. Jadi pemeriksaan dilakukan secara terarah, bukan secara acak,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tracing kontak hingga Juni 2026 telah melampaui 30 persen dan optimistis mampu mencapai target nasional sebesar 40 persen. Target tersebut didukung melalui berbagai kegiatan skrining kesehatan, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di berbagai lokasi, serta pelayanan terpadu di seluruh kecamatan bersama puskesmas.
Program tracing TB yang diluncurkan di Desa Taman Ayu akan diperluas ke sekitar 155 titik lainnya di Kabupaten Lombok Barat. Ke depan, alat X-ray portable akan dioperasikan langsung di desa-desa sehingga masyarakat tidak perlu datang ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rontgen. Warga yang hasil skrining menunjukkan dugaan TB akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa ketersediaan alat, tenaga kesehatan, maupun obat-obatan bukan lagi menjadi kendala utama. Tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat diharapkan semakin aktif melakukan deteksi dini terhadap TB maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Dengan penemuan lebih awal, penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dan beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan.

























