Menu

Mode Gelap

Lombok Barat · 5 Agu 2026 17:31 WITA ·

Sumur Bor di Penanggak Batulayar Mangkrak, KAMMI Lobar Minta Plt. Bupati Evaluasi Kinerja PUPR


 Sumur Bor di Penanggak Batulayar Mangkrak, KAMMI Lobar Minta Plt. Bupati Evaluasi Kinerja PUPR Perbesar

Proyek sumur bor di Desa Persiapan Penanggak, Batulayar terhenti akibat kendala teknis dan alat rusak. KAMMI Lombok Barat mendesak Plt. Bupati segera mengevaluasi kinerja Dinas PUPR Lobar (Foto: Dok. Istimewa/ERANTB)


LOMBOK BARAT, ERANTB – Krisis air bersih masih menghantui ratusan warga di Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat kembali mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci.

Di tengah kondisi tersebut, pembangunan sumur bor yang sebelumnya diharapkan menjadi solusi jangka panjang justru belum dapat dimanfaatkan. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat itu terhenti di tengah jalan setelah mengalami kendala teknis. Hingga kini belum ada kepastian kapan pengerjaan akan kembali dilanjutkan.

Kepala Desa Persiapan Penanggak, Ahmad Raimah, M.Pd, mengatakan pengerjaan sumur bor sempat dilakukan oleh Dinas PUPR Lombok Barat melalui Bidang Cipta Karya. Namun, setelah kontrak pekerjaan berakhir, ditemukan kendala berupa kerusakan mesin bor yang berada di dalam sumur sehingga pekerjaan tidak dapat diteruskan.

“Pihak PUPR melalui Bidang Cipta Karya sempat melakukan pekerjaan pengeboran. Namun sekitar dua minggu lalu diketahui mesin bor yang berada di bawah mengalami kerusakan. Setelah kontrak pekerjaan berakhir, pengerjaan tidak dilanjutkan lagi karena terkendala kerusakan alat dan keterbatasan anggaran. Sampai hari ini sumur bor tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Ahmad Raimah kepada wartawan ERA NTB.

Menurutnya, pemerintah desa telah berulang kali berupaya berkomunikasi dengan Dinas PUPR Lombok Barat untuk meminta kejelasan terkait kelanjutan proyek tersebut. Namun hingga saat ini belum memperoleh respons yang diharapkan.

“Selama ini kami sudah berupaya menghubungi pihak Dinas PUPR untuk menanyakan kelanjutan pekerjaan sumur bor tersebut. Namun sampai sekarang belum ada respons maupun kepastian mengenai tindak lanjutnya,” kata Ahmad Raimah kepada wartawan ERA NTB.

Di sisi lain, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki masih menjadi solusi sementara bagi masyarakat terdampak kekeringan. Namun warga berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan sumur bor agar persoalan krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Warga memanfaatkan titik penampungan dan pipa saluran air seadanya menggunakan galon bekas untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Batulayar, Lombok Barat. (Foto: Dok. Istimewa)

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua KAMMI Lombok Barat, M. Gumelar Fawaz, mendesak Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lombok Barat untuk mengevaluasi kinerja Dinas PUPR serta memastikan proyek sumur bor tersebut dapat segera diselesaikan.

Menurutnya, pekerjaan yang telah dimulai dengan menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dituntaskan hingga benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR sebenarnya sudah mengatensi persoalan kekeringan ini dengan membangun sumur bor. Namun pekerjaan tersebut berhenti di tengah jalan karena kerusakan alat dan keterbatasan anggaran. Kami menyesalkan pekerjaan yang sudah berjalan tetapi tidak dituntaskan sehingga masyarakat sampai hari ini belum bisa merasakan manfaatnya. Artinya, pemerintah daerah belum hadir secara utuh dalam menyelesaikan persoalan air bersih di Desa Persiapan Penanggak,” kata M. Gumelar Fawaz kepada wartawan ERA NTB.

Ia meminta Plt. Bupati Lombok Barat turun langsung mengawal penyelesaian persoalan tersebut dan memastikan OPD yang bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.

“Kami mendesak Ibu Plt. Bupati mengoreksi sekaligus mengevaluasi kinerja Dinas PUPR serta memastikan pekerjaan ini segera diselesaikan. Jangan ada pekerjaan yang berhenti di tengah jalan. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk minum, memasak maupun kebutuhan rumah tangga lainnya,” tegas Gumelar kepada wartawan ERA NTB.

Selain meminta percepatan penyelesaian sumur bor, KAMMI Lombok Barat juga menawarkan alternatif solusi apabila perbaikan sumur bor belum dapat segera dilanjutkan.

Menurut Gumelar, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tandon air di setiap dusun, kemudian menyalurkan air melalui jaringan pipa atau selang dari sumber air terdekat sehingga masyarakat tidak lagi harus berjalan jauh hanya untuk memperoleh air bersih.

“Kalau pengerjaan sumur bor belum bisa dilanjutkan dalam waktu dekat, pemerintah harus menyiapkan solusi alternatif. Misalnya menyediakan tandon air di setiap dusun yang dialiri melalui jaringan pipa atau selang dari sumber air yang tersedia. Dengan begitu masyarakat tidak perlu setiap hari turun ke bawah hanya untuk mengambil air. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian penyelesaian, jangan setengah-setengah,” ujar Gumelar kepada wartawan ERA NTB.

Ia menegaskan, KAMMI Lombok Barat bersama pemerintah desa akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah daerah mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan krisis air bersih yang dialami masyarakat.

“Kami bersama pemerintah desa akan terus mengawal persoalan ini. Masyarakat membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar janji. Karena itu kami menunggu political will Pemerintah Kabupaten Lombok Barat agar persoalan air bersih di Desa Persiapan Penanggak benar-benar terselesaikan,” tutup Gumelar kepada wartawan ERA NTB.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan ERA NTB masih berupaya mengonfirmasi Dinas PUPR Kabupaten Lombok Barat terkait penyebab terhentinya proyek sumur bor di Desa Persiapan Penanggak serta rencana kelanjutan pembangunannya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kekeringan Ancam Desa Persiapan Penanggak Batulayar, Warga Harap Sumur Bor Segera Rampung

4 Agustus 2026 - 18:37 WITA

Tambang Galian C di Mamben, Antara Aktivitas Ekonomi atau Keselamatan Warga

4 Agustus 2026 - 02:02 WITA

Pemkab Lombok Barat Integrasikan Tracing TB dengan Cek Kesehatan Gratis, Perkuat Deteksi Dini Penyakit

3 Agustus 2026 - 17:32 WITA

Bupati Sumbawa Buka Festival Budaya Pindang Belik, Tegaskan Pelestarian Budaya dan Dorong Kemajuan Daerah

1 Agustus 2026 - 17:51 WITA

Polres Dompu Limpahkan Tersangka Kasus KDRT ke Kejaksaan Negeri Dompu

1 Agustus 2026 - 17:43 WITA

Bupati Dompu Beri Semangat Dua Wakil Daerah di Paskibraka NTB 2026

1 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di News